Cahaya bagi kucing jalanan Ibu Kota

Cahaya bagi kucing jalanan Ibu Kota

Kegiatan Street Feeding yang dilakukan Erda yang rutin melakukan street feeding, Rabu (15/8/2019). (Antaranews/ Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Kucing jalanan, masyarakat Ibu Kota masih memiliki stigma buruk terhadap hewan tak bertuan itu karena kumal dan jauh dari kesan sehat.
Tak jarang mereka mengalami kejadian buruk seperti terusir, ditendang, hingga tersiram air hanya karena meminta makan untuk bertahan hidup.

Kondisi malang itu seakan wajar untuk dialami kucing- kucing tak bertuan di Ibu Kota.

Namun ternyata masih ada orang-orang yang terketuk nuraninya untuk menjadi ‘cahaya’ bagi para kucing jalanan itu dengan cara sederhana yaitu berbagi.

Mereka secara khusus menyisihkan hasil kerjanya untuk membeli makanan bagi kucing-kucing yang tak bernasib sebaik kucing rumahan.

Salah satu orang yang menjadi sumber ‘cahaya’ bagi para kucing jalanan itu adalah Vero. Wanita ini secara rutin membeli dan memberi makanan bagi kucing-kucing yang tidak bertuan yang ia temui di jalan dan kerap membagikan kegiatannya itu melalui media sosialnya.

“Singkatnya, ini dimulai karena aku bertemu anak kucing di halte Slipi yang berusaha mengorek sisa makanan di tong sampah halte, tepat saat aku sedang menunggu bus. Sejak itu, ada yang mengusikku bahwa manusia bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang bertahan hidup tiap harinya. Dan, semesta ini bukan soal manusia saja,” ujar Vero mengisahkan motivasinya memberi makan kucing-kucing jalanan.

Wanita yang bekerja sebagai novelis itu mengaku awalnya ia takut dengan makhluk kecil berbulu itu karena pernah mengalami trauma semasa kecil.

Namun nuraninya terketuk dan menjadikannya berani untuk menjadi cahaya bagi makhluk berbulu itu setidaknya untuk memastikan mereka tidak sulit mencari makan untuk bertahan hidup.

Berbeda dari Vero yang awalnya takut dengan kucing, Bintang yang juga melakukan street feeding mengaku sejak awal bahwa ia menyukai kucing.

“Aku suka kucing baru sekitar 4 tahun terakhir. Yang punya kucing awalnya adikku, akhirnya karena punya aku jadi main bareng dan ikut suka,” kata Bintang mengutarakan awal mula kisahnya ‘jatuh hati’ dengan kucing.

Pria yang berprofesi sebagai seorang stand-up comedian itu mengaku awalnya melakukan street feeding berawal dari memberikan sisa makanannya kepada kucing yang ia temui, namun semakin lama ia tersadar bahwa kucing membutuhkan nutrisi khusus untuk tetap sehat sehingga secara khusus ia membeli makanan kucing.

Selain Vero dan Bintang ada juga Erda yang sudah rutin melakukan kegiatan street feeding kepada kucing- kucing jalanan selama tiga tahun bahkan membuat akun khusus untuk mengedukasi masyarakat melalui media sosial untuk mengikuti gerakan serupa.

“Ada kepuasan batin kayak hepi yang tidak bisa dibayar dengan apapun,” ujar wanita berkerudung itu saat menjelaskan alasannya melakukan kampanye gerakan memberi makan gratis bagi kucing jalanan.

Melalui akun @hellocats.id di instagram, Erda mengaku cukup banyak orang yang akhirnya melakukan kegiatan serupa setidaknya memastikan agar semakin banyak kucing-kucing jalanan yang mendapatkan perhatian dari manusia setidaknya untuk membantu kucing tersebut bertahan hidup meski tidak menyediakan tempat tinggal.

Sindiran dan Cibiran

Meski banyak yang mendukung kegiatan street feeding seperti yang dilakukan oleh Vero, Bintang, dan Erda, namun tak sedikit juga mereka menerima cibiran dan sindiran karena menolong para kucing jalanan yang kerap dianggap membawa penyakit itu.

Namun mereka dengan kompak menjawab tidak peduli terhadap sindiran dan cibiran yang bernada negatif terhadap kegiatan mereka karena bagi mereka terdapat kepuasan batin dari menolong kucing-kucing jalanan itu.

Seperti Vero yang mengakui semakin banyak orang yang mencibir justeru ia semakin semangat untuk membagikan kegiatannya memberi makan bagi kucing-kucing jalanan di media sosial miliknya.

“Belakangan ini bahkan banyak berita dan konten yang berisi penyiksaan terhadap hewan, kita harus lawan dengan konten kebaikan terhadap hewan. Buat gerakan ini menjadi sesuatu hal yang lazim untuk dilakukan banyak orang,” ujar wanita berkacamata itu.

Serupa dengan Vero, Erda juga tidak mempedulikan pandangan orang- orang yang kerap menilai kegiatan street feeding sebagai sesuatu yang kurang bermanfaat.

“Aku sering menemukan saat sedang memberi makan kucing di dekat tempat makan ada orang yang bilang, ‘Ngapain sih Mba rajin banget kasih makan kucing, nanti tambah banyak mereka’, kalau sudah kesal aku jawab, ‘Ibadah kita saja yang sehari-hari belum tentu diterima, jadi ini saya lakukan untuk di akhirat’,” kata Erda menceritakan pengalaman dicibir oleh orang yang tidak dikenal karena memberi makan bagi kucing-kucing jalanan itu.

Semangat berbagi

Salah satu kucing yang memakan makanan yang diberikan oleh Erda dalam aksi street feeding- nya , Rabu (15/8/2019). (Antaranews/ Livia Kristianti)

Tidak sedikit memang biaya yang dikeluarkan untuk membeli pakan kucing, Erda misalnya dalam satu bulan bisa mengeluarkan uang di atas satu juta rupiah untuk membeli makanan bagi kucing- kucing jalanan itu.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat berbaginya kepada kucing-kucing yang terlantar itu.

Di sela- sela kesibukannya ketika kerja, ia kerap melihat banyak orang tidak terduga yang justeru dengan rela memberi makan bagi kucing-kucing liar itu.

“Pernah aku lihat ada bapak-bapak sudah tua lagi makan di warung, lalu ada kucing menunggu di bawah kakinya, aku kira kucingnya akan diusir tapi ternyata malah dibeliin dua ikan utuh. Jadi terharu ketika kucingnya makan dengan lahap,” kata Erda.

Semangat berbagi seperti itulah yang ingin disebarkan oleh Erda dan orang- orang yang melakukan street feeding ketika membagikan kisahnya memberi makan kepada kucing liar di ibu kota melalui media sosialnya.

“Bukan buat pamer, sombong, atau riya karena sudah berbagi. Tetapi untuk menebarkan inspirasi kepada semua orang bahwa hewan bukan sesuatu yang derajatnya di bawah manusia, melainkan ‘seseorang’ makhluk bernyawa yang juga merasakan lapar dan haus, selayaknya manusia. Dan kita sebagai makhluk yang berakal budi, punya opsi untuk peduli dengan cara street feeding, “kata Vero menjelaskan pentingnya menularkan semangat berbagi kepada kucing jalanan melalui media sosial.

Baik Vero, Bintang, dan Erda, mereka berharap agar semakin banyak orang lain yang peduli dan tertarik menjadi ‘cahaya’ lainnya bagi kucing- kucing jalanan tersebut dan dapat menularkan kebahagiaan bahwa kucing jalanan bukanlah masalah melainkan anugerah.

 

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019