"Kalau tahun ini jumlah kerusakan sudah 10 persen, tahun lalu hanya lima persen,"
Bogor (Antaranews Bogor) - Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mencatat sebanyak 30 titik di sejumlah ruas jalan di daerah tersebut rusak akibat hujan yang terjadi selama hampir satu bulan.

"Selama musim hujan ini kami mencatat ada 30 titik di sejumlah ruas jalan yang rusak. Kerusakan ini terjadi selama hujan yang terus mengguyur Kota Bogor," ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkot Bogor, Boris D ditemui di Bogor, Senin.

Boris menjelaskan ruas jalan di Kota Bogor terdiri dari tiga jenis yaitu jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kota. Untuk jalan kota memiliki panjang 627 kilometer (km). Sedangkan untuk jalan nasional dan provinsi belum diketahui data pastinya.

Menurut Boris, dari 627 km panjang jalan Kota Bogor, 10 persen mengalami kerusakan yang rata-rata tingkat kerusakannya sebesar 40 persen.

"Kerusakan di jalan kota masih tergolong sedang karena hanya 40 persen, berbentuk titik-titik yang menyebar di ruas jalan," kata Boris.

Ia mengatakan upaya perbaikan jalan rusak telah dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan dengan mengerahkan lima tim yang bekerja selama 24 jam memperbaiki jalanan berlobang.

Boris menjelaskan pada musim hujan perbaikan jalan menggunakan hotmix tidak bisa dilakukan karena tidak cukupnya sinar matahari serta cuaca yang kurang bagus. Bila cara tersebut dilakukan justru menimbulkan potensi kerugian yang lebih besar.

"Bahan hotmix itu harganya lebih mahal dan campuran aspal dengan pasir dan material panas lainnya ini begitu dipesan dari tempat produksi harus langsung digunakan, kalau tidak aspal cepat membeku. Karena itu perbaikan menggunakan hotmix belum bisa kami lakukan," ujarnya.

Menurut Boris, langkah yang dilakukan dalam memperbaiki jalan berlubang yaitu dengan cara "basecouse" (pondasi lapisan bawah) yakni penanganan sementara, dengan material yang terdiri dari campuran tanah, batu, pasir dan aspal.

Langkah berikutnya dengan cara coolmix, setingkat lebih permanen di atas basecouse, tapi masih dibawah hotmix.

Lebih lanjut Penanggung Jawab Perbaikan Jalan Wilayah III Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkot Bogor, Nana Yudiana menyebutkan pada tahun 2014, jumlah kerusakan jalan akibat hujan meningkat dibanding tahun 2013.

"Kalau tahun ini jumlah kerusakan sudah 10 persen, tahun lalu hanya lima persen," ujarnya.

Menurut dia, kerusakan jalan terjadi karena hujan yang turun dalam waktu lama serta intensitasnya tinggi. Berbeda dengan tahun 2013, hujan tidak turun setiap hari, tapi ada jeda antara hari hujan dan cuaca cerah dalam dua hari.

"Kalau sekarang ini, bisa satu minggu hujan, atau panas, tapi sore atau malam bisa hujan tiba-tiba," ujarnya.

Ia mengatakan biaya perbaikan jalan rusak selama musim hujan telah dianggarkan dalam pos pemeliharaan rutin Dinas Bina Marga dan Pengairan yaitu sebesar Rp15,5 miliar di tahun 2014. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2013 yang hanya Rp15 miliar.

Sementara itu, sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan seperti jalan Kapten Muslihat di Jembatan Merah dan rel kereta api, Jalan Merdeka menuju PGB, Jalan HM Salmun, Jalan Kemang, Jalan Sholis Iskandar, Jalan Yasmin, Jalan Empang, Bundaran BTM, Jalan Otto Iskandardinata, Cimanggu dan lainnya. 

Pewarta: Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026