Siaran pers yang diterima Antara, Senin menyebutkan, pengurus lain yang hadir dalam pertemuan itu adalah Laksamana Purn TNI Tedjo Edi, Siti Nurbaya, dan pengurus DPW NasDem Jabar Soleh Solahudin.
Dijelaskan bahwa selain melakukan pertemuan, para petinggi Partai NasDem itu juga menggelar 'Open House' di kediaman Ketua Majelis Tinggi NasDem Jan Darmadi di Jl Veteran III Desa Citapen, Tapos, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.
Selain dihadiri para petinggi partai dan kader, open house itu juga dihadiri warga sekitar. Bahkan hadir juga 14 tokoh dari Barisan Sesepuh Tatar Sunda Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, dilakukan pemasangan ikat kepala (Totopong) secara simbolis ke Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Pemasangan ikat kepala itu dimaknai sebagai rasa kasih sayang masyarakat tatar Sunda kepada Ketua Umum Partai NasDem dan juga sebagai simbol keterikatan persaudaraan yang diberikan oleh para sesepuh dari 14 kasepuhan.
Menurut Iing, sesepuh dari Kasepuhan Geger Sunten, Ciamis, Surya Paloh merupakan sosok yang memiliki komitmen yang teguh dan tidak mengobral janji.
Surya Paloh mengatakan, bahwa pertemuan itu adalah merupakan forum persaudaraan. "Saya rasa ini forum persaudaraan. Semangat persahabatan," katanya.
Oleh karena itu, di forum persaudaraan dan semangat persahabatan ini, para kader Partai NasDem ingin menyatakan ilustrasi bahwa sosok dari tuan rumah yakni Jan Darmadi selaku Ketua Majelis Tinggi Partai NasDem sebagai sosok anak negeri.
"Pak Jan Darmadi adalah anak negeri ini, anak bangsa. Saya kenal lebih dirinya dari 40 tahun," tuturnya.
Surya Paloh mengatakan, ada kesamaan pemahaman antara dia dengan sahabatnya itu. Menurutnya, Jan Darmadi pribadi yang memberikan manfaat lebih besar ke pribadi lain.
"Saya ingin agar kehadiran Jan Darmadi akan lebih panjang di Partai NasDem. NasDem memerlukan tokoh seperti dia. Oleh karena itu, jabatan paling tertinggi, Ketua Majelis Tinggi untuk Jan Darmadi agar bisa mendedikasikan waktu tenaga fikiran dan hatinya untuk bangsa ini melalui Nasdem," kata Surya.
Jan Darmadi juga mengatakan hal senada dengan Surya Paloh. Ia menyebutkan Surya merupakan sosok sahabat yang memliki sifat bertanggung jawab dan selalu memenuhi janji.
Karena sifatnya itu Surya banyak memiliki sahabat, namun banyak juga sahabatnya yang berkhianat.
Pada kesempatan itu Jan pun buka-bukaan alasan dirinya masuk ke dunia politik dan memilih NasDem serta mendukung Surya Paloh."Saya banyak kawan-kawan di partai Golkar, PAN, PDIP dan partai lain. Namun saya memilih masuk NasDem dan mendukung Surya Paloh," katanya.
Kenapa saya bisa ikut dengan SP, lanjutnya. Pertanyaan itu banyak muncul. "Saya sebelum kenal kawan-kawan di PDIP, PAN, Golkar dan partai lain pun, saya sudah mengenal Surya lebih dulu. Yang saya kenal dia orang yang selalu memenuhi janjinya. Apa yang dilakukan pak Surya, dia akan penuhi. Itu sifat yang harus diketahui dari. Makanya saya mendukung dia," jelasnya.
Jan sendiri mengaku langkah dirinya yang merupakan seorang pengusaha, terjun ke politik tidak mendapat persetujuan dari keluarganya, terutama dari sang istri.
"Saya dilarang istri. Karena selama ini konotasinya masuk politik, selalu masuk penjara. Tetapi, saya meyakinkan istri saya bahwa saya akan berjuang dengan dengan kawan baik," tuturnya.
Pewarta: Oleh Syaiful HakimEditor : Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.