Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerapkan nilai-nilai Sapta Pesona pada 23 desa wisata sebagai upaya memperkuat pengelolaan pariwisata berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor Ria Marlisa di Bogor, Selasa, mengatakan 23 desa wisata tersebut telah mengantongi surat keputusan (SK) Bupati Bogor.
Penerapan Sapta Pesona diperkuat melalui deklarasi komitmen bersama yang dilaksanakan dalam Gerakan Aksi Sapta Pesona di Desa Wisata Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Sabtu (26/9).
Sapta Pesona merupakan tujuh unsur yang diterapkan untuk menciptakan lingkungan destinasi wisata yang kondusif, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.
Penerapan tujuh unsur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi pariwisata di wilayahnya.
"Ini harus menjadi gerakan bersama dari seluruh masyarakat. Kami di Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mengawal dan mendukung pengembangan Desa Wisata Gunung Malang," kata Ria.
Menurut dia, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya berorientasi pada kegiatan ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan kelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat.
Ia menyebut Kabupaten Bogor memiliki 416 desa dengan beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata.
"Potensi pariwisata di 416 desa di Kabupaten Bogor luar biasa. Potensi tersebut harus dikelola dengan baik, bukan hanya business oriented, tetapi bagaimana pariwisata bisa berkelanjutan. Kita menjaga alam, sehingga alam juga bisa menjaga kita melalui perputaran ekonomi di desa wisata," ujarnya.
Ria menjelaskan penerapan Sapta Pesona membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, masyarakat, pelaku usaha, akademisi hingga perangkat daerah.
Dalam pengembangan Desa Wisata Gunung Malang, misalnya, Pemkab Bogor menggabungkan potensi alam, budaya, seni, pertanian dan wisata edukasi dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah.
Desa Wisata Gunung Malang yang masih berstatus desa wisata rintisan juga telah masuk 10 besar ajang Smiling West Java tingkat Provinsi Jawa Barat dan mengikuti Wonderful Indonesia Awards 2026.
Menurut Ria, capaian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor dalam membenahi tata kelola, administrasi dan dokumentasi potensi wisata.
Sementara itu, Ketua Desa Wisata Gunung Malang Tedi Saefudin mengatakan pengembangan desa wisata di wilayahnya mulai diperkuat melalui reorganisasi pengelola pada 2024.
Pengelola bersama masyarakat kemudian memetakan berbagai potensi, mulai dari wisata alam, seni dan budaya, pertanian, peternakan, kerajinan hingga kegiatan edukasi.
Gunung Malang juga memiliki potensi wisata alam karena berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional dan memiliki sejumlah curug. Selain itu, kegiatan wisata edukasi di desa tersebut telah menarik kunjungan dari sekolah.
"Alhamdulillah, meskipun kami masih desa wisata rintisan dan baru berkembang, kami bisa masuk 10 besar tingkat Jawa Barat dan sampai ke tingkat nasional. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan mengembangkan Desa Wisata Gunung Malang," kata Tedi.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.