situ-cipule-dulu-hanya-kubangan-kini-tujuan-wisata
Karawang, 22/12 (ANTARA) - Tidak ada yang bisa dinikmati di Situ Cipule pada puluhan tahun silam, kecuali kubangan air yang tersimpan di bekas galian pasir, dan jika berada di sekitar lokasi itu akan terganggu debu akibat aktivitas galian.

Terbengkalai. Begitu kira-kira kondisi Situ Cipule yang berlokasi di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat,  beberapa puluh tahun lalu.

Tapi itu dulu. Sekarang kondisinya sangat jauh berbeda. Kubangan air bekas galian pasir itu kini telah menjadi salah satu objek wisata di Karawang.

Sejak kondisi Situ Cipule dibenahi pemerintah daerah setempat, sebagai arena perlombaan cabang dayung Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (kini Porda Jabar) pada 2005, suasananya menjadi ramai.

Hampir setiap akhir pekan, situ yang berada di sisi sungai Citarum itu dikunjungi warga Karawang dan luar Karawang, untuk sekadar menghilangkan rasa penat.

Di beberapa titik kompleks Situ Cipule, terdapat rerimbunan pepohonan yang membuat suasana menjadi sejuk. Ditambah lagi keberadaan warung yang berjajar di bawah rimbunnya pepehohonan tersebut, seperti memanjakan para pengunjung wisata.

Pengunjung dapat menikmati kelezatan makanan di bawah hembusan angin sepoi-sepoi dan menyaksikan keindahan alam sekitar Situ Cipule yang luasnya mencapai sekitar 90 hektare dengan kedalaman air dua hingga 20 meter.

Jika perut keroncongan, pengunjung dapat menikmati makan siang di sebuah warung makan yang menyediakan menu khas ikan emas bakar dan cobek ikan emas. Ikan-ikan yang disajikan di warung makan itu diperoleh dari jaring terapung di sekitar Situ Cipule.

Daya tarik lainnya, terdapat pulau buatan di tengah Situ Cipule yang juga dipenuhi rerimbunan pepohonan. Pengunjung bisa memanfaatkan perahu eretan milik warga.

Hanya dengan membayar Rp2.000 per orang, perahu bambu khas Cipule siap mengantarkan pengujung ke pulau buatan. Di pulau kecil itu pengunjung bisa bersantai sambil menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi sambil meminum es kelapa muda yang tersedia di warung sekitar pulau buatan.

Sejumlah warga setempat menyebutkan, hampir setiap hari terdapat warga Karawang dan Purwakarta yang datang ke Situ Cipule, sekadar untuk memancing. Berbagai jenis ikan air tawar menjadi favorit para pemancing, seperti ikan nila, ikan sepat, ikan gabus dan lain-lain.

"Rata-rata, setiap hari ada sekitar 10-15 orang datang ke Situ Cipule, untuk memancing. Kalau setiap pekan, ada pengunjung yang datang secara rombongan," kata Toto, salah seorang warga setempat.

Kubangan air bekas galian pasir beberapa puluh tahun lalu itu kini menjadi salah satu keindahan alam di Karawang, menjadi salah satu objek wisata yang cukup menarik.

Dalam beberapa kesempatan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, Acep Jamhuri, menyampaikan keinginannya untuk mengelola objek wisata Situ Cipule secara utuh. Sebab, saat ini objek wisata tersebut tidak sepenuhnya milik Pemkab Karawang, tetapi milik Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, Purwakarta.

"Jika berkenan, ke depannya kami (Disbudpar) ingin mengelola Situ Cipule sebagai objek wisata air," katanya.

Keinginan Disbudpar Karawang mengelola Situ Cipule menjadi objek wisata air nampaknya cukup realistis, karena saat ini kondisi Situ Cipule itu sudah sangat berubah dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun terakhir.

Selain kondisi Situ yang sudah sudah rapi, juga didukung dengan akses jalan yang cukup bagus. Jalan raya dari berbagai titik menuju Situ Cipule cukup bagus, karena sudah diaspal sebelum pelaksanaan SEA
Games 2011 lalu.

"Sekarang jalan di Desa Mulyasari menuju Situ Cipule memang sudah bagus, sudah diaspal semua. Padahal sebelumnya, jalannya rusak. Apalagi jalan dari arah Gerbang Tol Timur Kawasan Industri menuju Situ, sebelumnya sangat hancur. Tetapi sekarang sudah bagus setelah Situ Cipule digunakan saat SEA Games," kata Dodi, seorang warga setempat.

    
                Arena internasional

Saat ini nama Situ Cipule yang dulu hanya kubangan air bekas galian pasir sudah terkenal di negara-negara se-Asia Tenggara. Itu terjadi setelah Situ Cipule disulap sebagai arena perlombaan cabang dayung tingkat Asia Tenggara.

Dua kali kejuaraan olahraga cabang dayung tingkat Asia Tenggara digelar di Situ Cipule sepanjang 2011. Pada 24-26 Juni 2011, sebanyak 133 atlet senior dan junior dari tujuh negara (Indonesia, Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina) mengikuti Kejuaraan Canoeing Asia Tenggara atau "South East Asian Canoeing Championship".

Selanjutnya mulai 11 November lalu, digelar pula cabang olahraga dayung SEA Games ke-26 yang diikuti ratusan atlet dayung dari berbagai negara se-Asia Tenggara seperti Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina, di arena dayung Situ Cipule, Karawang.

Usai pelaksanaan SEA Games, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI), Ahmad Sucipto, mengatakan, berbagai sarana dan prasana pendukung arena dayung Situ Cipule yang digunakan pada SEA Games ke-26 perlu disempurnakan lagi, karena masih ada beberapa kekurangan.

"Arena dayung Situ Cipule ini butuh penyempurnaan. Jadi berbagai proyek infrastruktur di sekitar Situ Cipule yang belum selesai pengerjaannya saat persiapan SEA Games lalu perlu dilanjutkan lagi," kata dia.

Setelah digunakan pada SEA Games 2011 untuk cabang olahraga dayung, Situ Cipule rencananya akan menjadi lokasi atau tempat kumpul para atlet dayung Indonesia. Rencananya berbagai nomor dari cabang dayung Indonesia latihannya juga akan digelar di Situ Cipule.

Sucipto berharap pascapelaksanaan SEA Games 2011, Situ Cipule tidak dibiarkan karena tetap membutuhkan perawatan. Tujuannya agar sarana dan prasarana pendukung arena dayung yang ada di Situ Cipule tetap terjaga dengan baik.

Selain diperlukan lanjutan pengerjaan proyek infrastruktur sarana dan prasarana pendukung arena dayung yang belum selesai, lingkungan di sekitar arena dayung Situ Cipule tersebut juga perlu ditata lagi dengan rapi.

Mengenai penanggung jawab arena dayung Situ Cipule sendiri dinilainya perlu dipikirkan bersama oleh pihak terkait seperti Perusahaan Jasa Tirta II Jatiluhur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PB PODSI.

Begitulah, harapan dan keinginan tentang keberadaan Situ Cipule. Tetapi sekitar sepekan setelah pelaksanaan SEA Games lalu, Situ Cipule masih tetap menjadi tempat mencari ikan warga setempat, dengan menggunakan alat tangkap ikan sejenis jala dan pancing. 


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026