Depok (ANTARA) -  Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) memberikan edukasi digitalisasi dan komunikasi pariwisata di Desa Wisata Rancakalong Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sebagai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Guru Besar (PkMGB).

Ketua Tim PkMGB PNJ Prof. Ina Sukaesih di Depok, Jawa Barat, Rabu mengatakan, pihaknya memberikan materi mengenai teknik penerjemahan Sunda–Indonesia–Inggris.

Hari pertama kegiatan difokuskan pada peningkatan kemampuan komunikasi multibahasa dengan memberikan pelatihan penerjemahan tiga bahasa.

"Materi tersebut dirancang untuk membantu peserta memahami bagaimana informasi mengenai objek wisata, budaya, produk lokal, maupun aktivitas masyarakat dapat disampaikan dalam tiga bahasa secara tepat dan komunikatif," katanya.

Kemampuan tersebut dinilai penting karena informasi pariwisata tidak hanya ditujukan kepada masyarakat lokal dan wisatawan domestik, tetapi juga kepada wisatawan internasional.

Baca juga: PNJ tekankan inovasi berdampak demi masa depan berkelanjutan

Ketua Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (BISPRO), Jurusan Administrasi Niaga, PNJ Farizka Humolungo memberikan apresiasi kepada pengelola Desa Wisata Rancakalong atas kesempatan dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan pengabdian dapat terlaksana.

 Hasil observasi sebelumnya menunjukkan bahwa informasi mengenai potensi wisata, budaya dan produk lokal di kawasan Rancakalong belum terintegrasi secara optimal.

Selain itu, pemanfaatan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dalam komunikasi bisnis pariwisata serta penggunaan teknologi digital untuk promosi juga masih perlu diperkuat.

Memasuki hari kedua, pelatihan diarahkan pada aspek penerjemahan (trilingual) dan pengelolaan konten digital. Sebanyak 20 peserta yang merupakan perwakilan berbagai kelompok dan pegiat desa wisata di wilayah Rancakalong mengikuti pelatihan penerjemahan dari Bahasa sunda – inggris – Indonesia.

Peserta tidak hanya diperkenalkan pada aspek teknis penerjemahan konten, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan materi promosi yang dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi desa wisata kepada khalayak yang lebih luas.

Baca juga: PNJ gelar pemilihan Duta Kampus

Selain penerjemahan konten, peserta mengikuti lokakarya pengelolaan website Desa Wisata Rancakalong.

 Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun sistem informasi pariwisata yang lebih terintegrasi.

Melalui website, informasi mengenai destinasi, potensi budaya, produk lokal, serta berbagai aktivitas wisata diharapkan dapat terdokumentasi dan diakses dengan lebih mudah.

Pemanfaatan website tersebut juga dipadukan dengan pengembangan konten digital dan konsep komunikasi berbasis QR Code. Dengan demikian, informasi yang sebelumnya tersebar atau hanya disampaikan secara lisan dapat dikemas dalam bentuk digital yang lebih mudah diakses oleh wisatawan.

Pada hari ketiga, peserta mendapatkan pembekalan lanjutan sekaligus melakukan finalisasi video Desa Wisata Rancakalong yang akan digunakan sebagai materi publikasi pada website dan media sosial.

Peserta bersama tim PkMGB melakukan penyempurnaan terhadap konten yang telah diproduksi pada hari sebelumnya, mulai dari aspek Bahasa hingga kesiapan upload materi untuk dipublikasikan melalui website dan QR code.

Baca juga: PNJ terapkan sistem pendingin berbasis IoT di Kebun Anggur Depok

Tahap ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung promosi Desa Wisata Rancakalong.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Interaksi antara tim pengabdian dan peserta juga berlangsung aktif melalui diskusi, praktik, serta proses penyelesaian berbagai tugas dan produk digital.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama pengelola Kawasan Wisata Geo Theater Rancakalong untuk menggali lebih jauh peluang pengembangan pariwisata, kebutuhan pengelola, serta bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui program pengabdian berikutnya.

 Selama kegiatan berlangsung, Tim PkMGB dan peserta mendapat pendampingan aktif dari Tatang Cahyana, Direktur BUMDes RUSA EMAS Rancakalong.

Ia terlibat dalam berbagai agenda dan mendampingi peserta selama mengikuti rangkaian pelatihan.    

Pelaksanaan kegiatan PkMGB secara resmi dibuka pada 28 Agustus 2026. Pembukaan dihadiri oleh Deni Nurdani Supandi, selaku Camat Rancakalong, yang menyampaikan dukungan terhadap program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan PNJ.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026