Kota Bekasi (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengalokasikan anggaran senilai Rp1,7 triliun untuk mencetak ratusan ribu pekerja hijau sebagai upaya strategis mewujudkan transisi menuju industri hijau sekaligus mengubah lanskap dunia lapangan pekerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan kesadaran korporasi terhadap aspek keberlanjutan menuntut kepatuhan yang ketat baik dari aspek asal energi, tata kelola limbah hingga standardisasi bahan baku ramah lingkungan untuk komoditas ekspor.

"Merespons pergeseran masif ini, Kemnaker menegaskan komitmen untuk tidak membiarkan industri dan tenaga kerja domestik tertinggal," katanya saat peringatan Hari Ozon Sedunia di Bekasi, Rabu.

Dia menilai peluang serapan tenaga kerja di sektor hijau sudah terbukti nyata. Sebagai gambaran, kolaborasi lintas kementerian pada instalasi pengolahan sampah dan sektor pemilahan beberapa waktu lalu terbukti sukses menghasilkan ribuan lapangan kerja baru.

Pihaknya bergegas melakukan intervensi hulu ke hilir untuk mengawal transisi ini melalui sejumlah langkah konkret seperti pemutakhiran skema sertifikasi dengan memperbarui standar kompetensi kerja agar relevan dengan kebutuhan industri hijau terbaru.

Kemudian menyangkut aspek kesiapan instruktur dan fasilitas dengan memastikan seluruh balai pelatihan memiliki instruktur andal maupun sarana alat peraga yang memadai.

Pihaknya juga menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memetakan dan memperluas kapasitas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang siap menguji keahlian sumber daya manusia pada industri hijau.

Dirinya turut menginstruksikan Kepala Balai Pelatihan Vokasi dari Sabang sampai Merauke untuk segera melakukan pembaruan skema kompetensi di masing-masing wilayah, mengingat pasar penyerapan tenaga kerja teknisi AC tersebar merata di seluruh pelosok Indonesia.

Yassierli menyebut alokasi pendaan senilai Rp1,7 triliun yang bersumber dari anggaran kepresidenan tersebut diperuntukkan bagi kegiatan pelatihan sumber daya tenaga kerja hijau sebagai bentuk keseriusan pemerintah mengimplementasikan 'Green Jobs'.

Anggaran ini dialokasikan untuk membiayai paket pelatihan bagi 270.000 orang pada tahun ini. Kemnaker memastikan sebagian besar dari kuota 270.000 peserta pelatihan tersebut akan diarahkan secara spesifik untuk mencetak tenaga kerja hijau atau green workers.

Melalui kesiapan modal anggaran, infrastruktur balai vokasi dan regulasi sertifikasi, Kemnaker RI optimistis mampu menembus pasar global dengan industri yang patuh lingkungan serta SDM yang siap kerja.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026