Bogor (ANTARA) - MSC dorong digital traceability untuk memperkuat rantai pasok seafood 

Transformasi digital semakin berperan penting dalam memperkuat ketertelusuran (traceability) dan penerapan standar keberlanjutan di sektor perikanan. 

Perspektif global mengenai pengembangan dan penerapan digital traceability tersebut dibahas oleh Marine Stewardship Council (MSC) bersama mitra dalam forum internasional Seafood and Fisheries Emerging Technologies (SAFET) di Cebu, Filipina.  

Dalam sesi panel “Technology to Support Standards Implementation”, MSC menjadi bagian dari diskusi yang mempertemukan perspektif dari lembaga pengembang standar data, standar keberlanjutan, serta pemerintah untuk membahas bagaimana interoperabilitas data dapat diterapkan dalam praktik. 

Panel yang dimoderatori oleh Blake Harris, Managing Director, IFT Global Food Traceability Center, menghadirkan Huw Thomas, Executive Director, Global Dialogue on Seafood Traceability; Catherine Pigeon-Dubeau, Senior Supply Chain Innovation Manager, MSC; serta Lia Sugihartini, Ketua Tim Kerja Pemantauan dan Ketertelusuran Direktorat Prasarana dan Sarana, KKP yang menyampaikan materi melalui video rekaman.   

Diskusi menyoroti bagaimana standar data global dan teknologi digital dapat membantu memperkuat sistem assurance, mendukung implementasi di tingkat nasional, serta memfasilitasi perdagangan seafood yang semakin transparan dan dapat ditelusuri.  

Keterlibatan MSC dalam forum tersebut menunjukkan komitmen organisasi untuk terus mengembangkan pendekatan traceability yang mendukung integritas standar keberlanjutan sekaligus dapat diterapkan dalam rantai pasok seafood yang semakin kompleks. 

Bagi Indonesia, diskusi ini juga relevan dengan pengembangan Sistem Telusur dan Logistik Ikan Nasional (STELINA) yang dikembangkan oleh KKP sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem ketertelusuran perikanan nasional.  

Catherine Pigeon, Senior Supply Chain Innovation Manager, MSC, menyampaikan:   “MSC memandang standardisasi data dan interoperabilitas sebagai elemen penting untuk mewujudkan ketertelusuran yang terintegrasi, memperkuat sistem assurance, serta membantu memitigasi risiko penipuan dalam rantai pasok seafood dan praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU). 

Kami mengapresiasi SAFET yang telah mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, penyedia solusi teknologi, dan industri untuk mempercepat penerapan sistem ketertelusuran yang interoperabel di seluruh sektor seafood.” 
                                                    
Penguatan ketertelusuran digital juga memiliki peran penting dalam mendukung implementasi standar keberlanjutan. 

Data yang terdokumentasi secara digital dan dapat diverifikasi dapat membantu meningkatkan transparansi, memperkuat jaminan, serta memberikan informasi yang lebih baik bagi pelaku usaha, pemerintah, maupun pemangku kepentingan lainnya.  

Kolaborasi dan pertukaran perspektif antara MSC dan KKP dalam forum internasional ini menunjukkan semakin pentingnya keterhubungan antara standar keberlanjutan, sistem ketertelusuran nasional, dan standar data global. 

Ketiganya menjadi fondasi penting untuk membangun rantai pasok seafood yang lebih transparan dan bertanggung jawab.  

Bagi MSC Indonesia, keterlibatan dalam forum SAFET juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan nasional dalam mendorong ketertelusuran yang kredibel, interoperabel, dan mendukung keberlanjutan perikanan. 

Melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas negara, perkembangan teknologi digital diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi rantai pasok, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap klaim keberlanjutan dan memastikan bahwa produk seafood dapat ditelusuri secara transparan dari sumber hingga pasar. 
 



Pewarta: Pewarta BPJ
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026