Depok (ANTARA) - UI GreenMetric World University Rankings memperkuat kolaborasi global untuk kampus berkelanjutan bersama jejaring Ul GreenMetric Colombia.

Kepala UI GreenMetric Dr. Vishnu Juwono , Senin mengatakan pentingnya memperkuat jejaring internasional perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan keberlanjutan.

"Keberlanjutan tidak dapat dibangun oleh satu universitas atau satu negara saja. Melalui UI GreenMetric, kita ingin memperkuat jejaring universitas hijau yang saling belajar, berbagi praktik baik, dan menerjemahkan komitmen keberlanjutan menjadi aksi nyata. Pertemuan di Colombia menunjukkan bahwa konteks lokal dapat menjadi sumber inovasi yang berharga bagi agenda keberlanjutan global," katanya.

Vishnu mengatakan kami menyelenggarakan 9th Workshop UI GreenMetric Colombia di Universidad del Cauca, Kolombia.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam memperkuat keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperluas kolaborasi dalam jejaring universitas hijau.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut muali 3 September 2026, dengan sambutan dari Dr. Deibar René Hurtado, Rektor Universidad del Cauca, serta perwakilan UI GreenMetric.

Dalam sesi tersebut, Dr. Vishnu Juwono, Presiden Ul GreenMetric World University Rankings, menyampaikan paparan mengenai konteks internasional jejaring universitas hijau.

Sementara itu, Dott. Ing. Jaime Alberto Romero Infante, Koordinator Nasional Ul GreenMetric Colombia, memaparkan sejarah, tujuan, dan proyeksi masa depan pertemuan UI GreenMetric di Colombia.

Berbagai universitas di Colombia berbagi pengalaman mengenai kebijakan lingkungan, tata kelola berkelanjutan, transparansi, digitalisasi pelaporan keberlanjutan, pendidikan, lingkungan, penelitian, pengelolaan air, hingga pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.

Universitas La Salle, misalnya, mempresentasikan perjalanan menuju keunggulan dalam ekonomi sirkular, sementara Universidad del Tolima berbagi mengenai pengelolaan terpadu sampah padat di lingkungan universitas.

Sesi mengenai air juga menyoroti pentingnya pengelolaan air berbasis komunitas sebagai strategi edukasi dan penguatan hubungan perguruan tinggi dengan lingkungan.

Pada hari kedua, Jumat, 4 September 2026, pembahasan dilanjutkan dengan tema Environment and Infrastructure + Transportal. Energy and Climate Change, serta Education and Research.

 
Berbagai praktik yang dipresentasikan meliputi  Aspek pendidikan dan penelitian juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.

Agenda mencakup pembahasan mengenai pemanfaatan produk dan produk samping singkong untuk pengembangan kemasan biodegradable, evaluasi jasa ekosistem, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memperkuat pendidikan dan penelitian berorientasi keberlanjutan, serta pengembangan hidroponik sebagai strategi inovasi pendidikan, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.

Rangkaian workshop kemudian dilanjutkan pada Sabtu, 5 September 2026, melalui kegiatan kunjungan lapangan ke sebuah finca.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung praktik agroekologi kopi, ekonomi sirkular, konservasi keanekaragaman hayati, penelitian terapan, dan produksi bersih. Kegiatan ditutup dengan sesi pengalaman kopi berupa cata y barismo atau cupping dan barista.



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026