Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Pancasila (UP) Adnan Hamid mengatakan akan membekali para mahasiswa dengan bagaimana melakukan menerapkan ideologi Pancasila.
"Lembaga Penerapan Ideologi Pancasika (LPIP) akan memberi pelatihan kepada seluruh sivitas akademika mulai dari mahasiswa, dosen, pimpinan, tenaga kependidikan itu bisa melaksanakan penerapan ideologi Pancasila," kata Adnan Hamid usai acara penerimaan mahasiswa baru di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan ada 5 butir Pancasila, namun mahasiswa tidak dinilai penerapannya semua butir Pancasila tetapi salah satu saja sesuai dengan fakultas. Misalnya Fakultas Hukum melakukan pelatihan untuk butir kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.
Baca juga: Fakultas Psikologi UP berupaya berikan manfaat luas bagi masyarakat
Rektor mencontohkan kolaborasi merupakan sebagai bagian dari pelaksanaan nilai Pancasila, para mahasiswa diajarkan bagaimana berkolaborasi.
"Jadi mereka nanti dibekali bahwa mereka sudah memiliki Surat Keterangan Pendamping Ijazah bahwa mereka telah ditanamkan karakter tentang kolaborasi," katanya.
Kami ingin membekali lulusan UP dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) terhadap pemahaman nilai Pancasila.
"Kalau ini lebih banyak pelatihan-pelatihannya. dan saat ini sedang dirumuskan penilaiannya," katanya.
Nanti kata dia mahasiswa yang sudah memenuhi syarat akan nanti ikut pelatihan, kalau memang dianggap kurang, mereka diminta untuk mengulang lagi.
Baca juga: Doktor hukum UP beri saran legislatif, lembaga peradilan dan esekutif penegak hukum pajak
Sementara itu Kepala lembaga penerapan ideologi Pancasila (LPIP) Univpancasila Andi Wahyu Wibisana mengatakan nilai-nilai Pancasila itu dijadikan ukuran yang akan dilakukan pengukuran secara digital untuk memastikan kadar pemahaman atau knowledge para mahasiswa terhadap nilai-nilai operasional Pancasila.
Selain itu kata dia UP punya mata kuliah khusus kepancasilaan, kekhasan UP (Universitas Pancasila) sebagai instrumen universitas untuk mengajak nilai-nilai kepancasilaan pada pikiran dan perilaku mahasiswa.
"Ya ukurannya nilai-nilai operasional tadi. Misalnya kemanusiaan yang adil dan beradab yang bisa diterjemahkan tentang pengendalian diri. Kan kata adil itu adalah adil bagi diri kita dan orang lain. Nah, adil untuk pada diri kita ya harus bisa mengendalikan diri," katanya.
Baca juga: SEMA Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Gelar Psychocare 2026 di Desa Sukaresmi
Beda dengan sila kelima, itu adalah Keadilan Sosial, negara yang menjamin keadilan. Kalau ini perilaku pribadi yang adil adalah self-control.
Dikatakannya penilaian penerapan ideologi Pancaila juga dilakukan di medsos misalnya tidak menghujat, tidak mencela, tidak memaki, tidak menyudutkan, tidak mengintimidasi atau kekerasan verbal.
Kalau di sila pertama, dia tidak melakukan penghinaan kepada agama lain, bahkan kepada agama sendiri. Jadi itu mahasiswa itu diedukasi dari sisi Kepancasilaan itu dari situ.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.