Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menggunakan drone thermal Mata Garuda untuk mendeteksi bara api tersembunyi di bawah tumpukan sampah selama penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di TPAS Galuga, Cibungbulang, Senin, mengatakan drone tersebut diterbangkan setiap satu jam untuk memetakan perubahan suhu di kawasan kebakaran.
“Drone ini terbang satu jam sekali. Apa yang sudah ditangani akan terlihat dari citra termalnya, masih berwarna merah, kuning, atau sudah hijau,” kata Bupati Rudy.
Menurut dia, titik berwarna merah menjadi prioritas penanganan, sedangkan area berwarna hijau menandakan suhu telah menurun dan bisa ditinggalkan petugas.
Baca juga: Pemkab Bogor bangun sejumlah embung darurat untuk padamkan api TPAS Galuga
Baca juga: Api di TPAS Galuga kembali membesar setelah sempat terkendali
Drone termal juga dapat menemukan titik panas meskipun dari permukaan tidak terlihat api maupun asap. Setelah titik tersebut ditemukan, alat berat dikerahkan untuk membongkar tumpukan sampah agar bara di dalamnya dapat disemprot dan didinginkan.
“Pada saat diterbangkan, ternyata di bawah terdapat titik panas. Alat berat langsung melakukan pembongkaran karena di dalamnya ada bara api, kemudian dilakukan pendinginan,” ujarnya.
Rudy menjelaskan drone Mata Garuda merupakan fasilitas milik Pemkab Bogor yang terintegrasi dengan pusat komando dan layanan darurat 112. Perangkat tersebut sebelumnya juga digunakan dalam operasi pencarian korban bencana.
Baca juga: 450 ton sampah Kota Bogor tertahan di dalam truk akibat TPAS Galuga ditutup
Penggunaan drone thermal dibutuhkan karena sejumlah lokasi kebakaran merupakan kawasan pembuangan lama dengan tumpukan sampah sedalam 10 hingga 20 meter. Kondisi sampah yang sangat kering membuat bara dapat bertahan di bawah permukaan.
Penanganan kebakaran TPAS Galuga telah memasuki hari kedelapan. Luas area terdampak tercatat 5,5 hektare pada 7 September 2026 dan sempat meningkat menjadi 8,4 hektare sehari kemudian.
Setelah dilakukan pemadaman, area yang masih ditangani tersisa 1,4 hektare di bagian utara dan 1.000 meter persegi di bagian timur. Sementara penanganan kebakaran di bagian selatan yang dikelola Pemkab Bogor telah selesai.
Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Pemkab Bogor menargetkan seluruh titik kebakaran dapat dipadamkan sebelum 17 September 2026.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.