Jakarta (ANTARA) - Green Building Council Indonesia (GBCI) mendorong integrasi desain, performa bangunan, dan inovasi material untuk mempercepat penerapan konstruksi rendah karbon di tengah pertumbuhan pembangunan nasional.
Ketua GBCI Ignesjz Kemalawarta dalam keterangannya, Jumat, mengatakan penggunaan material rendah karbon tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus ditopang kebijakan, perencanaan kawasan, kebutuhan pasar, serta kesiapan industri.
“Ketika kebutuhan pembangunan terus bertumbuh, kita perlu memastikan bahwa pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan upaya mengurangi dampak lingkungan,” katanya.
Menurut dia, pemilihan material konstruksi berpengaruh terhadap jejak karbon, penggunaan sumber daya, hingga performa bangunan selama masa operasional.
Karena itu, penerapan konsep rendah karbon harus dipertimbangkan sejak tahap perancangan, pemilihan material, proses konstruksi, hingga pengoperasian bangunan.
“Inovasi material menjadi salah satu bagian penting karena pilihan material berhubungan dengan jejak karbon dan performa bangunan. Namun, material tidak dapat berdiri sendiri,” ujarnya.
Ignesjz menjelaskan penerapan konsep tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, perancang, praktisi, dan industri karena setiap jenis pembangunan memiliki kebutuhan berbeda.
Bangunan komersial, gedung publik, perumahan, dan kawasan, kata dia, memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan skala, fungsi, serta kemampuan industri menyediakan material rendah karbon secara luas.
Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan industri turut berperan menghadirkan produk dan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan saat ini maupun masa mendatang.
“Upaya ini perlu didorong secara menyeluruh, mulai dari desain, pemilihan material, proses konstruksi hingga operasional bangunan, sehingga kebutuhan pembangunan dapat terus terpenuhi dengan jejak karbon yang semakin rendah,” katanya.
Pembahasan mengenai integrasi desain dan material tersebut menjadi bagian dari kegiatan Bangun Indonesia: Bandung Chapter dalam rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (9/9).
Forum hasil kolaborasi GBCI dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk itu juga membahas standar bangunan hijau, pemanfaatan material berkelanjutan untuk perumahan, substitusi klinker, serta kesiapan industri menyediakan produk rendah karbon.
Pewarta: AntaraUploader : M Fikri Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.