Semarang (ANTARA) - Kafilah dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan ke Kota Semarang, Jawa Tengah untuk mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI, 11-20 September 2026.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah," kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Kamis malam, saat menyambut kedatangan Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau yang mendampingi kafilah, di Stasiun Tawang, Kota Semarang.
Kafilah Papua Barat Daya telah tiba lebih dahulu, sedangkan gubernur, ketua DPR, dan sekretaris daerah provinsi tersebut dijadwalkan menyusul pada Jumat (11/9).
Hingga Kamis (10/9), sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba, dan sebanyak 13 arena juga telah disiapkan untuk pelaksanaan perlombaan dan kegiatan pendukung.
Baca juga: Wali Kota Semarang temui ulama persiapkan MTQ Nasional
Baca juga: Jawa Tengah tunjukkan kesiapan jadi tuan rumah MTQ TIngkat Nasional 2026
Suasana penyambutan berlangsung hangat. Setelah tiba, Taj Yasin dan Ahmad duduk berdampingan di ruang VIP Stasiun Tawang.
Percakapan keduanya berlangsung cair, menggunakan beberapa bahasa secara bergantian, mulai dari bahasa Indonesia, Jawa, hingga Arab, sesekali diselingi senyum dan tawa.
Kedekatan semakin terbangun ketika Ahmad menceritakan dirinya pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar, Mesir.
Ia juga memiliki ikatan personal dengan Jateng karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Kabupaten Cilacap, Jateng.
Dalam bahasa Jawa, Ahmad menyebut kedatangannya kali ini tidak hanya untuk mendampingi kafilah Papua Barat Daya dalam MTQ Nasional, tetapi juga seperti pulang kampung.
"Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Bekasi minta juara MTQ ke-56 mampu harumkan daerah di level nasional
Ahmad mengaku terharu karena disambut langsung oleh Wagub Jateng bersama jajaran Pemprov, terlebih Taj Yasin juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Jateng.
"Penyambutannya luar biasa. Saya sangat terharu dan senang. Tadi saya kira datang biasa-biasa saja, ternyata Pak Wagub langsung bersama para pejabat menjemput," katanya.
Menurut dia, MTQ Nasional tidak semata-mata menjadi arena perlombaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan kebersamaan antardaerah.
"Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al Quran dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat," katanya.
Papua Barat Daya juga akan mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jateng sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang.
Pewarta: Zuhdiar LaeisUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.