Pandeglang (ANTARA) - TNI Angkatan Laut (AL) menunggu identifikasi dari Basarnas terkait temuan pelampung hasil pencarian lima jurnalis beserta tiga awak kapal yang hilang di Perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Jadi, pada posisi di lintang bujur 6 derajat, 4 menit 40 detik selatan dan 105 derajat 45 menit 17 detik timur pada pukul kurang lebih 15.10 WIB, Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer melihat objek yang diduga sebagai swam vest atau life jacket (berwarna oranye), dan setelah didekati objek tersebut diambil, diangkat dan di sekitar objek tersebut ada pelampung dalam bentuk botol yang berwarna putih," kata Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani di Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Kamis.
Wawan menegaskan temuan pelampung tersebut masih dalam perjalanan dibawa ke Posko SAR Gabungan untuk selanjutnya proses identifikasi.
"Lokasi penemuan koordinatnya tadi, itu kurang lebih jaraknya 7,5 nautical mile di sisi barat dari Suar Tanjung Koneng Anyar atau kurang lebih kalau dari posisi Anak Gunung Krakatau itu di sisi timur laut dengan jarak kurang lebih 20 nautical mile," ujar Wawan.
Namun demikian, Wawan meminta masyarakat tidak berspekulasi terhadap temuan pelampung tersebut dan menunggu hasil identifikasi dari Basarnas terkait kepemilikan life jacket itu.
Pewarta: Lintang Budiyanti PrameswariEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.