Jakarta (ANTARA) - Perkembangan industri gim dan teknologi digital di Indonesia mendorong kebutuhan terhadap perangkat komputasi yang mampu menawarkan performa tinggi, tetapi tetap stabil untuk penggunaan dalam waktu panjang.

Kondisi tersebut membuat laptop gaming tidak lagi sekadar perangkat hiburan, melainkan turut jadi bagian dari ekosistem kreatif digital, pengembangan konten, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menjawab kebutuhan tersebut, ASUS menghadirkan ASUS TUF Gaming 16 (FX610) di pasar Indonesia. Laptop gaming ini tersedia dalam lima varian dengan harga mulai Rp27,999 juta dan mengandalkan kombinasi prosesor Intel Core HX generasi ke-14, kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 50 Series, serta sistem pendingin yang dirancang menjaga performa ketika perangkat digunakan dalam sesi panjang.

Tiga pilihan grafis yang tersedia terdiri atas NVIDIA GeForce RTX 5050, RTX 5060, dan RTX 5070 Laptop GPU, seluruhnya dengan VRAM 8GB. Varian RTX 5060 dan RTX 5070 menggunakan memori GDDR7, sedangkan RTX 5050 menggunakan GDDR6.

Berdasarkan pengujian teknis pada resolusi 1080p native tanpa DLSS, varian RTX 5070 mencatat skor grafis 3DMark Time Spy sebesar 12.167, sementara RTX 5060 mencapai 10.740 dan RTX 5050 sebesar 9.405.

Pada pengujian gim kompetitif, RTX 5070 mencatat rata-rata 262,7 frame per second (fps), RTX 5060 sebesar 253 fps, dan RTX 5050 mencapai 237,9 fps.

Kemampuan tersebut juga diarahkan untuk menangani gim dengan kebutuhan grafis tinggi. Dalam pengujian Cyberpunk 2077, misalnya, RTX 5070 menghasilkan rata-rata 75,1 fps, RTX 5060 sebesar 70,3 fps, dan RTX 5050 sebesar 64,6 fps tanpa bantuan DLSS.

Performa dapat ditingkatkan melalui DLSS 4 dan Multi-Frame Generation yang memanfaatkan AI untuk menghasilkan frame tambahan.

Stabilitas menjadi aspek lain yang menjadi perhatian. Sistem pendingin Thermal Equilibrium mengombinasikan dua kipas Arc Flow Fans generasi kedua dan tiga pipa tembaga untuk menangani daya gabungan CPU dan GPU hingga 105W.

ASUS mengklaim sistem itu mampu mempertahankan performa selama penggunaan panjang dengan tingkat kebisingan sekitar 40 dBA.

Dari sisi pemrosesan, perangkat tersedia dengan Intel Core i5-14450HX maupun Core i7-14650HX. Varian Core i7 memiliki 16 core dan 24 thread, dengan kemampuan turbo hingga 5,2 GHz.

Kapasitas tersebut memungkinkan pengguna menjalankan gim bersamaan dengan aplikasi lain seperti peramban, komunikasi suara, maupun perekaman dan streaming.

Laptop ini juga dibekali RAM 16GB DDR5-5600 yang dapat ditingkatkan hingga 64GB serta SSD PCIe 4.0 NVMe 512GB dengan slot M.2 tambahan. Sementara itu, layar 16 inci beresolusi WUXGA menawarkan refresh rate 144Hz, cakupan warna 100 persen sRGB, dan rasio 16:10.

Untuk mendukung mobilitas pengguna, perangkat memiliki Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, port LAN RJ45, serta teknologi AI Noise-Canceling. Ketahanannya juga diperkuat melalui pengujian MIL-STD-810H yang mencakup getaran, benturan, tekanan ketinggian, serta suhu ekstrem.

Lima varian ASUS TUF Gaming 16 (FX610) dibanderol mulai Rp27,999 juta hingga Rp35,999 juta. Produk tersebut juga dilengkapi sejumlah bonus dan perlindungan purnajual, termasuk garansi internasional selama dua tahun serta ASUS VIP Perfect Warranty selama dua tahun.
Kehadiran perangkat dengan kemampuan komputasi tinggi ini mencerminkan semakin luasnya kebutuhan masyarakat atas teknologi yang bisa menunjang gaming, produksi konten, aktivitas kreatif, dan penggunaan aplikasi berbasis AI.

Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan ekosistem perangkat digital jadi salah satu bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif dan transformasi digital nasional.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026