Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat 'menghijaukan' lahan eks bangunan liar hasil penertiban petugas gabungan di sepanjang Saluran Sekunder Balong Tua yang melintasi tiga wilayah kecamatan melalui kegiatan penanaman pohon.

"Penanaman pohon dilakukan sebagai tindak lanjut penataan bantaran sungai guna mengembalikan fungsi kawasan sekaligus mencegah bangunan liar muncul kembali," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait di Cikarang, Selasa.

Dia mengatakan keputusan menanam pohon memanfaatkan program tanggung sosial perusahaan atau corparate social responsibility (CSR) swasta diambil setelah tim melakukan pemantauan di lapangan. Tujuan penanaman tersebut untuk menambah ruang terbuka hijau.

Baca juga: Pemkab Bekasi bongkar puluhan bangunan liar di bantaran Saluran Sekunder Balong Tua

Area tanam membentang di tiga wilayah kecamatan yakni Sukatani, Tambelang dan Sukawangi, dengan panjang sekitar lebih dari 10 kilometer lahan potensial yang akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dengan estimasi kebutuhan mencapai ribuan bibit pohon.

"Penanaman pohon bukan menjadi akhir dari program, melainkan harus diiringi dengan perawatan dan pengawasan secara konsisten," katanya.

Selain mencegah pemanfaatan kembali lahan untuk bangunan liar, penghijauan diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan, memperkuat fungsi ruang terbuka hijau serta membuat kawasan di sekitar saluran menjadi lebih tertata dan terawat.

"Perawatan adalah kunci agar pohon tetap hidup. Dari tiga lokasi penanaman rehabilitasi lahan kritis, kami mencoba melakukan perawatan dengan sumber daya yang ada, salah satunya melibatkan UPTD untuk membersihkan gulma serta melakukan penyiraman secara rutin," katanya.

Baca juga: Kabuaten Bekasi lakukan tahapan penertiban bangunan liar di kawasan Balong Tua

Pihaknya turut memperkuat pengawasan dan mendorong keterlibatan masyarakat sekitar dalam menjaga keberlangsungan pohon yang telah ditanam agar penghijauan tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi terpelihara serta memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.

"Kami akan melibatkan warga sekitar, dunia pendidikan dan pemerintahan desa agar berkolaborasi menjaga serta merawat pohon agar tumbuh subur dalam jangka panjang," katanya.

Donny mengatakan berdasarkan hasil observasi petugas lapangan, sedikitnya dibutuhkan 2.000-3.000 bibit pohon di sepanjang bantaran sungai tersebut sehingga pihaknya mengajak dunia usaha untuk berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan.

"Kami juga mengajak perusahaan yang ingin berkontribusi nyata dalam aksi penghijauan ini, baik melalui dukungan bibit maupun pemeliharaan tanaman sehingga penataan kawasan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026