Purwakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat menyebutkan sebanyak 45 desa yang tersebar di 14 kecamatan mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau tahun ini.
Kepala BPBD Purwakarta, Haryadi Erlan saat dihubungi di Purwakarta, Selasa menyampaikan hingga kini pihaknya terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah daerah terdampak kemarau.
"Sejak dua bulan terakhir hingga saat ini pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kemarau terus dilakukan," katanya.
Baca juga: Purwakarta siapkan puluhan ribu liter air bersih antisipasi kekeringan musim kemarau
Ia menyampaikan, sampai saat ini tercatat sudah ada 819 ribu liter air bersih yang telah didistribusikan, untuk membantu warga terdampak kekeringan mendapatkan air bersih.
"Jika dijumlahkan, totalnya sudah 212 pendistribusian air bersih ke daerah terdampar kekeringan," katanya.
Berdasarkan data BPBD Purwakarta, saat ini terdapat 72 ribu jiwa dari 23.803 keluarga dilaporkan terdampak kekeringan hingga mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau ini.
Puluhan ribu jiwa yang terdampak kekeringan ini tersebar di 45 desa/kelurahan di 14 kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Bungursari, Babakan Cikao, Jatiluhur, Purwakarta, Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa, Bojong, dan Kecamatan Darangdan.
Baca juga: Pemkab Purwakarta pastikan pasokan air bersih aman meski musim kemarau
Daerah yang dilanda kekeringan lainnya ialah Kecamatan Plered, Sukatani, Tegalwaru, Maniis dan Kecamatan Sukasari.
Erlan menyampaikan, petugas BPBD Purwakarta akan terus melakukan pendistribusian air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan.
Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam membantu warga untuk mendapatkan air bersih, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.