Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, bangun jembatan bagi pejalan kaki dan sepeda motor sebagai pengganti perlintasan sebidang kereta api di Jalan MA Salmun yang akan ditutup.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim usai menandatangani nota kesepahaman bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Bogor, Senin, mengatakan penutupan perlintasan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Menteri Perhubungan mengenai peningkatan keselamatan perjalanan kereta api.

“Atas respons dari surat Menteri Perhubungan untuk menutup perlintasan kereta api sebidang di Jalan MA Salmun, insyaallah tahun ini jalannya akan kami terminasi dan tutup,” kata Dedie.

Setelah perlintasan ditutup, Pemkot Bogor akan membangun jembatan penyeberangan yang dapat dilalui pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.

Menurut Dedie, rencana pembangunan jembatan tersebut perlu dibahas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar selaras dengan revitalisasi Stasiun Bogor dan penataan kawasan di sekitarnya.

“Kami akan membuat jembatan penyeberangan untuk orang dan sepeda motor. Ini harus dibicarakan agar terhubung dengan apa yang dilaksanakan PT KAI,” ujarnya.

Ia belum memerinci desain, nilai anggaran, maupun waktu pembangunan jembatan tersebut. Namun, penutupan perlintasan sebidang Jalan MA Salmun ditargetkan terlaksana tahun ini.

Pembangunan jembatan itu menjadi bagian dari penataan kawasan sekitar Stasiun Bogor yang mencakup Jalan MA Salmun, Nyi Raja Permas, Dewi Sartika, Mayor Oking, dan Kapten Muslihat.

Pemkot Bogor akan lebih dahulu menata Jalan Nyi Raja Permas hingga ujung Jalan MA Salmun. Penataan kemudian dilanjutkan ke Jalan Mayor Oking dan Kapten Muslihat pada tahun depan.

Dedie mengatakan seluruh penataan tersebut akan disinkronkan dengan rencana PT KAI merevitalisasi Stasiun Bogor sebagai pusat transportasi terpadu.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026