Anyer, Banten (ANTARA) - Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda masih Level III (Siaga) berdasarkan rekomendasi laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Pasauran, Deni Mardiono di Pasauran, Anyer, Banten, Senin, mengatakan masyarakat dan pengunjung wisata dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau, karena masih berbahaya.
Petugas hanya merekomendasikan sejauh radius 3 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau.
"Kami berharap masyarakat dan wisatawan dapat mematuhi larangan itu," katanya menjelaskan.
Baca juga: AirNav sebut penutupan bandar udara langkah mitigasi demi keselamatan
Abang, petugas Obyek Wisata Pasir Putih kawasan Pantai Carita Pandeglang mengatakan beberapa hari terakhir pengunjung wisatawan tampak sepi, terutama dampak meningkatnya erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Biasanya, wisatawan setiap akhir pekan ramai, namun kini sepi dan hanya beberapa pengunjung.
"Kita sudah tujuh hari ini relatif sedikit pengunjung ke sini," kata Abang.
Begitu juga pengelola objek wisata di Pantai Carita, Fatimah mengaku sepinya pengunjung wisata akibat dampak erupsi GAK,sehingga pengunjung merasa ketakutan.
Baca juga: Badan Geologi catat erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir
Namun demikian, pihaknya berdasarkan pengalaman bencana tsunami 2018, objek wisata Pantai Carita banyak dikunjungi.
Keunggulan panorama kawasan Pantai Carita di pesisir barat Banten cukup indah dan alami serta memiliki keunikan juga daya tarik.
Selain itu juga lokasi Pantai Carita sangat mudah dilintasi kendaraan juga tidak begitu jauh dengan DKI Jakarta.
"Kami berkeyakinan satu bulan kunjungan wisata Pantai Carita meningkat," katanya .
Pewarta: Mansyur suryanaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.