Jakarta (ANTARA) - Produsen makanan hewan peliharaan Wanpy Indonesia meluncurkan camilan bertekstur krim dengan empat varian fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan berbeda pada kucing.
CEO PT Link Two Link Indonesia David Hadiputra mengatakan produk bernama Wanpy Functional Creamy Treat itu dikembangkan seiring meningkatnya perhatian pemilik hewan terhadap kandungan dan manfaat tambahan suatu produk.
“Kami melihat pet owner Indonesia semakin memahami bahwa treat bukan hanya mengenai rasa atau reward, tetapi juga bisa menjadi bagian dari keseharian pet yang lebih purposeful,” kata David dalam keterangannya, Senin.
Empat varian yang ditawarkan meliputi Urinary Care rasa bebek dan ayam, Skin & Coat rasa tuna dan salmon, Digestive Health rasa salmon dan ayam, serta Hairball Control rasa ikan kod dan ayam.
Menurut David, perkembangan kategori camilan hewan peliharaan kini bergerak melampaui produk yang sekadar menawarkan rasa. Pemilik hewan mulai mencari produk yang praktis sekaligus memiliki fungsi sesuai dengan kebutuhan kucing.
Wanpy memperkenalkan produk tersebut pada Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, pada 4–6 September 2026.
Dokter hewan Cellin Rubianti mengatakan camilan fungsional dapat menjadi pilihan praktis di tengah meningkatnya perhatian pemilik terhadap kebutuhan nutrisi yang lebih spesifik bagi hewan peliharaan.
Namun, menurut dia, pemilihan produk tetap harus mempertimbangkan kondisi, usia, kebutuhan dan pola makan setiap kucing.
Ia juga mengingatkan bahwa camilan fungsional merupakan bagian dari pola nutrisi seimbang, bukan pengganti pemeriksaan maupun terapi medis.
Wanpy merupakan merek milik Yantai China Pet Foods Co., Ltd. yang memproduksi makanan dan camilan hewan peliharaan. Di Indonesia, produk tersebut dipasarkan oleh PT Link Two Link Indonesia.
Pewarta: AntaraUploader : M Fikri Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.