Karawang (ANTARA) - Polresta Karawang mengimbau agar masyarakat mewaspadai sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan menyebar hingga wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Jika memungkinkan, kurangi aktivitas di luar rumah, sebagai bagian dari langkah menjaga kesehatan dan meminimalisasi paparan abu vulkanik," kata Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto, di Karawang, Minggu.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan status Gunung Anak Krakatau hingga Minggu siang (6/9) masih Siaga atau Level III.

Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu.

Baca juga: Pemkot Depok: Hati-hati ketika bersihkan abu vulkanik dan buang dalam kantong tertutup

Seiring dengan hal tersebut, Kapolresta mengimbau agar masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker kesehatan. Namun, masyarakat juga diminta tidak panik dan tidak melakukan panic buying masker atau membeli masker secara berlebihan.

Menurut dia, penggunaan masker agar disesuaikan dengan kebutuhan sehingga ketersediaannya tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau membersihkan halaman rumah dan jendela dari abu menggunakan kain yang telah dibasahi air serta menutup rapat jendela dan pintu agar abu tidak masuk ke dalam rumah.

Kendaraan juga disarankan dibersihkan atau dicuci menggunakan air dan sabun, bukan hanya dilap. Apabila mata terkena abu, segera bilas menggunakan air bersih.

Baca juga: Water cannon Polres Bogor dikerahkan semprot abu vulkanik di jalan

Sebagai langkah antisipasi, Kapolresta Karawang telah memerintahkan seluruh jajaran untuk membantu masyarakat dengan membagikan masker, khususnya kepada warga yang masih harus melaksanakan aktivitas di luar ruangan.

Personel Polresta Karawang saat ini telah memberikan masker kepada masyarakat yang masih melakukan kegiatan outdoor.

Polresta Karawang juga mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026