Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bersama Pemadam Kebakaran Cianjur menurunkan 25 petugas ditunjang satu mobil pemadam guna memadamkan api yang membakar lahan seluas 2.000 meter persegi di Jalan Raya Tanggeung-Sindangbarang, Jumat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Jumat, mengatakan pemadaman api yang membakar lahan di jalur utama menuju selatan Cianjur, melibatkan TNI/Polri, Pos Damkar, relawan, dan masyarakat sekitar.
Kebakaran diduga akibat kelalaian warga membakar sampah di lahan yang rawan terbakar karena sebagian besar rumput dan pohon mulai mengering, sehingga petugas membutuhkan waktu hingga dua jam guna memadamkan api.
"Sekitar 25 orang petugas gabungan dibantu satu unit mobil pemadam, berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke perkampungan warga, selang dua jam petugas berhasil memadamkan api," katanya.
Baca juga: Kebakaran lahan di Gunung Gede capai 5.8 hektar
Baca juga: Damkar Cianjur terjunkan 30 personel atasi kebakaran truk tangki BBM
Dia menjelaskan kebakaran lahan yang terjadi merupakan kedua kalinya dalam sepekan, di mana dua hari sebelumnya sempat terjadi hal yang sama akibat kelalaian warga membakar sampah sembarangan dan ditinggalkan.
Oleh karena itu, pihaknya menggencarkan sosialisasi dan edukasi pada warga melibatkan aparat desa dan kecamatan, agar warga tidak membakar sampah sembarangan saat membersihkan lingkungan selama musim kemarau karena dapat memicu kebakaran.
Ia juga mengimbau pengendara yang melintas di sepanjang jalur utama Cianjur mulai dari utara hingga selatan tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan karena sebagian besar rumput dan tanaman di pinggir jalan mulai mengering.
Baca juga: Petugas gabungan dibantu 10 kendaraan padamkan api bakar gudang toko di Cianjur
"Termasuk imbauan pada pengendara dan masyarakat tidak membakar sampah guna membersihkan lingkungan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena rumput dan tanaman yang mengering di pinggir jalan mudah terbakar," katanya.
Pihaknya berkoordinasi dengan Damkar Cianjur dan Polres Cianjur guna melakukan penanganan cepat ketika terjadi kebakaran lahan, seperti yang terjadi satu hari yang lalu di Kecamatan Cilaku, di mana api membakar lahan seluas 2 hektare sehingga petugas membutuhkan waktu hingga enam jam.
"Kami juga menyiagakan 15 petugas setiap harinya di pusdalops guna memantau dan mengawasi situasi serta melakukan penanganan cepat ketika mendapat laporan terjadinya bencana terutama kebakaran lahan selama musim kemarau," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.