Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mematangkan kesiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak 2026 khusus pada Tempat Pemungutan Suara atau TPS digital melalui bimbingan teknis kepada para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kegiatan bimbingan teknis dilakukan secara bertahap dan digelar serentak di enam titik wilayah yang masing-masing melibatkan Ketua Panitia Pilkades serta dua orang petugas KPPS dari desa-desa peserta Pilkades Kabupaten Bekasi.

"Bimtek (bimbingan teknis) ini untuk meningkatkan pemahaman terkait teknis pelaksanaan pemungutan suara di TPS digital Kabupaten Bekasi pada 20 September mendatang," kata Koordinator Teknologi dan Informasi pada DPMD Provinsi Jawa Barat, Tedi di Cikarang, Kamis.

Dia menjelaskan sistem pemilihan kepala desa secara digital menggunakan dua aplikasi yang saling terhubung. Aplikasi berbasis Android digunakan KPPS dalam proses pemungutan suara di TPS Digital.

Baca juga: Pemkab Bekasi fasilitasi tahapan Pilkades Serentak 2026 pastikan sesuai jadwal

Data kandidat dan data pemilih terlebih dahulu dikonfigurasi sebelum diunduh ke perangkat yang digunakan KPPS sehingga jaringan internet hanya dibutuhkan saat konfigurasi awal untuk mengunduh data-data tersebut.

Kemudian saat pemungutan suara berlangsung, sistem dirancang bekerja di luar jaringan dengan mematikan koneksi untuk memastikan keamanan tahapan sehingga tidak ada satu orang pun yang bisa mengubahnya.

"Setiap TPS digital nantinya akan dilengkapi dua unit tablet dan satu printer. Sementara usulan penambahan printer menjadi dua unit masih dikomunikasikan dengan tim teknis," ujarnya.

Kegiatan ini turut mencakup penjelasan teknis rinci pemakaian alat kepada petugas pemungutan suara saat melakukan konfigurasi perangkat, pengoperasian aplikasi, koneksi tablet dengan printer, proses pemungutan suara, pencadangan data, penanganan gangguan teknis hingga proses rekapitulasi.

Baca juga: Pemkab Bekasi tekankan aspek objektif seleksi khusus kepala desa

Peserta tidak hanya menerima materi secara teori. Mereka juga melakukan simulasi langsung menggunakan perangkat yang akan digunakan dalam pelaksanaan Pilkades Digital nanti.

"Tujuan bimtek ini untuk melatih petugas KPPS dari awal sampai akhir. Kegiatan ini langsung dipraktikkan di tempat melalui simulasi," jelasnya.

Bimtek perdana ini dipusatkan di kecamatan yang ditunjuk sebagai pusat kegiatan pada masing-masing area kerja dengan sebaran wilayah IA terpusat di Kecamatan Cabangbungin dengan peserta dari Muaragembong, Cabangbungin dan Sukakarya.

Wilayah I.B dipusatkan di Kecamatan Babelan untuk peserta dari Tarumajaya, Babelan dan Sukawangi. Wilayah II di Kecamatan Sukatani untuk Pebayuran, Kedungwaringin, Karang bahagia dan Sukatani. Wilayah III di Kecamatan Tambun Utara untuk Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung dan Tambelang.

Baca juga: Pemkab Bekasi pastikan transparan seleksi calon kades lebih dari lima

Selanjutnya wilayah IV di Kecamatan Cikarang Utara untuk Cikarang Utara, Cikarang Timur, Cikarang Barat dan Cikarang Pusat. Sementara Wilayah V dipusatkan di Kecamatan Serang Baru untuk Setu, Serang Baru, Cibarusah, Bojongmangu dan Cikarang Selatan.

"Bimtek lanjutan dijadwalkan pada 14-15 September untuk mematangkan kesiapan petugas dan sistem sebelum hari pemungutan suara," kata dia.

Daerah Kabupaten Bekasi dijadwalkan menggelar Pilkades Serentak 2026 di 154 desa dari total 187 desa dengan konsep penyelenggaraan setiap satu desa melaksanakan pemungutan suara secara digital pada satu TPS sebagai percontohan.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026