Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menekankan pentingnya sinergi dalam biosekuriti dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju transformasi dokter hewan karantina yang lebih profesional, kompeten serta berintegritas di lingkungan Barantin.

"Secanggih apapun teknologi dan sistem, kualitas keputusan tetap ditentukan oleh kompetensi dan integritas manusianya. Oleh karena itu, integritas merupakan fondasi utama kepercayaan publik dalam penyelenggaraan karantina," ucap Deputi Bidang Karantina Hewan pada Barantin RI Sriyanto saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VIII Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI) di aula Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Hewan di Kabupaten Bekasi, Kamis.

Munas IDHKI bertema One Profession, One Commitment-Sinergi Menjaga Biosekuriti Nasional tersebut membawa amanah besar bagi profesi dokter hewan karantina untuk melindungi Indonesia dari ancaman biologis yang dapat mengganggu kesehatan hewan, masyarakat, perekonomian, ketahanan pangan hingga perdagangan nasional.

Baca juga: Sertijab Kepala Barantin, Karding tekankan transformasi global

Ia mendorong para dokter hewan karantina agar terus mengembangkan kompetensi seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika penyakit hewan serta mampu beradaptasi dengan standar karantina internasional, menguasai perkembangan teknologi hingga digitalisasi untuk menunjang percepatan layanan publik.

"Selain itu, kita harus menjaga integritas. Saya selalu menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan karantina, integritas merupakan fondasi kepercayaan publik. Setiap tindakan dan keputusan yang diambil petugas karantina membawa konsekuensi terhadap negara. Saya berharap IDHKI dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun budaya tersebut di lingkungan Badan Karantina Indonesia," ujarnya.

Peserta Musyawarah Nasional VIII Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia di aula Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Hewan di Kabupaten Bekasi, Kamis (3/9/2026).ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Menurut dia, IDHKI harus menjadi mitra strategis Barantin yang mampu membangun komunikasi terbuka, sinergi konstruktif dan kolaborasi yang saling menguatkan.

Sriyanto mengingatkan kembali dampak luas dari kemunculan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada tahun 2022, setelah Indonesia sempat dinyatakan bebas PMK selama hampir tiga dekade. Wabah tersebut mencatatkan kerugian ekonomi nasional hingga mencapai Rp9 triliun.

Baca juga: Barantin Banten gagalkan dan musnahkan 3,6 ton daging ilegal di Pelabuhan Merak

"Krisis tersebut membuktikan bahwa satu celah saja pada pertahanan biologi mampu merembet dan menghancurkan rantai produksi, pasar perdagangan hingga stabilitas pangan nasional. Pengalaman ini harus menjadi pelajaran agar kinerja dokter hewan karantina semakin profesional dalam menjaga garis depan biosekuriti Indonesia," katanya.

Sriyanto berharap Munas VIII ini dapat menjadi momentum melahirkan gagasan strategis dan kepemimpinan baru yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Tantangan tersebut mencakup tingginya mobilitas masyarakat dan perdagangan internasional, pesatnya digitalisasi hingga tuntutan publik akan pelayanan karantina yang cepat, mudah, transparan dan profesional.

Ia mengajak seluruh anggota IDHKI untuk menjaga persatuan dan soliditas organisasi. IDHKI diharapkan dapat terus menjadi rumah profesi bagi para anggotanya dalam bertukar pengetahuan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sistem karantina Indonesia.

"Perbedaan pandangan adalah hal wajar, tetapi begitu keputusan diambil, saatnya bergerak searah demi kepentingan profesi dan bangsa. Kepengurusan mendatang harus membawa semangat baru, meningkatkan kontribusi nyata serta memperkokoh kemitraan dengan Badan Karantina Indonesia," ucap dia.

Baca juga: Barantin perkuat 4 sistem karantina untuk tingkatkan ekspor komoditas

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Muhammad Munawaroh menyampaikan peran dokter hewan karantina sangat strategis, sebab para dokter hewan karantina menjadi salah satu garda terdepan menjaga negara Indonesia di pintu-pintu masuk.

"Kita menyadari menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Lalu lintas hewan yang semakin tinggi, ancaman penyakit hewan menular, perubahan iklim perdagangan global serta kebutuhan menjaga keamanan serta ketahanan pangan nasional. Ini tugasnya karantina untuk menjaga biosekuriti," jelasnya.

Ia berharap teman-teman dokter hewan karantina mampu memberikan sosialisasi kepada para dokter hewan lain berkaitan dengan biosekuriti agar terdapat satu kesepemahaman tentang biosekuriti.

"Pesan saya, jaga integritas, kompetensi dan independensi dokter hewan karantina. Jaga integritas dan independensi saat bertemu dengan importir, eksportir. Saya bangga selama ini belum ada temuan laporan tentang informasi buruk dokter hewan karantina dan mohon dijaga seterusnya," kata dia.

 



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026