Istanbul (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Rabu mengatakan bahwa Teheran akan merespons “dengan tegas,” serangan terhadap sebuah rumah tinggal di Kabupaten Sirik yang menurut Iran menjadi tempat upacara pernikahan.
Dalam sebuah unggahan di X, Baqaei mengatakan lebih dari 50 pria, wanita, dan anak-anak tewas atau terluka, seraya menyebut serangan itu sebagai bagian dari gelombang serangan yang lebih luas di Minab, Lamerd, Qeshm, dan daerah lainnya.
“Daftar kekejaman Amerika Serikat terhadap bangsa Iran kini telah lengkap,” katanya.
Baqaei mengutuk pemerintah dan lembaga internasional yang tetap diam atau mencoba membenarkan serangan tersebut. “kebungkaman mereka bukanlah netralitas,” katanya.
Baca juga: Kemhan sebut 90 persen senjata dan amunisi Iran diproduksi dalam negeri
Baca juga: Iran telah pulihkan 40 persen kapasitas produksi di ladang minyak dan gas yang rusak
Baca juga: Iran dan Oman capai kesepakatan soal peta rute pelayaran di Selat Hormuz
Dia memperingatkan bahwa mereka yang tetap diam tidak akan kebal terhadap konsekuensinya di masa depan.
Sementara itu, Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap target IRGC di Iran.
Setelah pengumuman tersebut, media Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di Pulau Qeshm dan di Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Bandara Jiroft di Provinsi Kerman juga menjadi sasaran.
Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan Ahmad Nafisi, sebelumnya mengatakan bahwa setidaknya empat orang tewas dan 50 orang terluka, menurut penilaian awal, setelah AS diduga menargetkan tempat upacara pernikahan tersebut.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.