Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membantu keluarga korban insiden ledakan diduga akibat gas elpiji mengalami kebocoran dengan menanggung biaya perawatan maupun bantuan material untuk meringankan beban keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat mengunjungi rumah duka korban di Kampung Pulo Kapuk, RT 001/RW 005, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara menyatakan kunjungannya sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap keluarga korban.

"Saya sengaja berkunjung ke rumah duka. Kita memandang Kabupaten Bekasi turut berduka atas meninggalnya dua warga kami dan juga para korban yang masih menjalani perawatan," katanya di Cikarang, Selasa.

Asep didampingi Kepala Dinas Sosial, Baznas, dan aparatur pemerintah setempat menyampaikan duka mendalam atas musibah satu keluarga ini sekaligus mendoakan para korban baik yang telah meninggal dunia maupun anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan.

Baca juga: Kompor gas meledak di Bekasi sebabkan satu keluarga luka bakar, dua orang meninggal dunia

Saat ini empat anggota keluarga masih mendapatkan penanganan medis. Dua korban dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, satu korban di RSUD dan satu lainnya di RS Sentra Medika. "Untuk seluruh biaya perawatan, Insya Allah kita akan cover," katanya.

Selain membantu biaya perawatan, Pemkab Bekasi bersama Baznas juga memberikan dukungan kepada keluarga korban yang masih menunggu anggota keluarganya menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung.

Baznas turut menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp15 juta serta bantuan bahan pokok untuk membantu kebutuhan keluarga selama mendampingi korban.

"Tadi dari Baznas juga sudah menyerahkan beberapa anggaran untuk ongkosnya, untuk makannya, agar yang di Bandung yang menunggu punya bekal selama keluarganya dirawat," ucapnya.

Baca juga: Damkar Bekasi ingatkan warga waspadai kebocoran gas di rumah

Selain memberikan perhatian khusus kepada korban dan keluarga, Asep juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebocoran gas, khususnya gas elpiji tiga kilogram.

Menurut dia masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai tindakan pertama yang harus dilakukan ketika mencium bau gas maupun menghadapi kondisi darurat akibat kebocoran gas.

"Ini harus ada sosialisasi agar masyarakat memahami ketika menghadapi kondisi darurat akibat kebocoran gas," ujarnya.

Dia turut mendorong agar sosialisasi tersebut dilakukan hingga tingkat RT dan RW sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat.

"Kita bekerja sama kalau bisa hingga ke tingkat RT/RW. Kita kasih sosialisasi terkait penanganan, jangan sampai ini terjadi lagi," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik ketika mencium bau gas dan memahami langkah perlindungan diri sembari menunggu bantuan sebab insiden seperti itu bukan hanya berkaitan dengan semburan api, tetapi juga paparan gas yang dapat membahayakan jiwa.

"Korban dalam insiden tersebut diduga tidak hanya mengalami luka bakar, tetapi juga dampak akibat paparan gas serta kondisi dehidrasi yang memperparah keadaan. Semoga peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat semakin memahami cara penanganan awal ketika menghadapi kebocoran gas maupun keadaan darurat lainnya," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026