Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Sebanyak 668 pelajar dari total 3.438 peserta Program Bantuan Beasiswa Pasti Pintar (Banpin) jenjang perguruan tinggi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat lolos seleksi awal dan selanjutnya mengikuti tes untuk mencari 100 penerima manfaat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi Iman Nugraha mengatakan tahapan seleksi Program Banpin 2026 dilakukan secara bertahap diawali pendaftaran serta pemeriksaan administrasi dan verifikasi berkas.

"Dari 3.438 pendaftar, 1.300 lolos penyaringan awal melalui sistem. Tim seleksi kemudian melakukan pengecekan kelengkapan dan kesesuaian berkas," katanya di Cikarang, Selasa.

Pemeriksaan untuk memastikan data dan dokumen peserta sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan, salah satunya kesesuaian data kependudukan.

"Misalkan KTP secara sistem memang ada, tetapi setelah kami cek ternyata KTP-nya dari luar Kabupaten Bekasi. Jadi kelengkapan dokumen juga harus sesuai dengan persyaratan yang ditentukan," ujarnya.

Dari hasil sinkronisasi berkas, 668 peserta dinyatakan lolos sehingga berhak mengikuti tahapan berikutnya yakni verifikasi keabsahan dokumen dan wawancara. Tahapan ini berlangsung sejak 26 Agustus hingga 3 September di gedung PKK Kabupaten Bekasi, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi.

Peserta yang mengikuti tahapan verifikasi dan wawancara diwajibkan hadir secara langsung dengan membawa dokumen asli. Kehadiran mereka tidak dapat diwakilkan oleh orangtua maupun pihak lain.

Peserta yang berhalangan hadir sesuai jadwal dapat melakukan penyesuaian selama periode verifikasi masih berlangsung dengan menghubungi kontak yang tercantum dalam undangan.

"Dari 668 peserta yang mengikuti tahapan verifikasi dan wawancara, sebanyak 100 mahasiswa nantinya ditetapkan sebagai penerima Banpin 2026. Pengumuman penerima beasiswa sesuai jadwal tahapan dilakukan pada 4 September," katanya.

Iman memastikan beasiswa ini tidak sebatas pemberian bantuan kepada penerima manfaat. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan prestasi akademik melalui capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) setiap semester.

"Saya berharap mereka terus berprestasi, baik jalur akademik maupun non-akademik. Karena saat ini tantangan pendidikan menuju dunia kerja semakin kompetitif. Banyak mahasiswa meraih hasil cumlaude dan tentu prestasi ini yang menjadi prioritas di dunia kerja," ucap dia.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan Program Banpin dirancang pemerintah daerah sebagai kebijakan yang tidak hanya membantu pelajar maupun mahasiswa menyelesaikan pendidikan tetapi juga mendorong lahirnya banyak sumber daya manusia berkompeten dan berprestasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Program ini terbuka bagi calon mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif dengan batas telah menempuh studi maksimal semester tujuh saat mendaftar. Mahasiswa yang telah memasuki semester delapan atau lebih tidak dapat mengikuti seleksi.

Bantuan biaya pendidikan ini diberikan sejak awal menempuh studi hingga semester delapan bagi calon mahasiswa baru. Sementara untuk mahasiswa semester ganjil yakni tiga hingga tujuh, hanya menerima bantuan hingga semester delapan saja.

"Bantuan disesuaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan plafon maksimal Rp5 juta per semester. Apabila nilainya berada di bawah batas tersebut, bantuan diberikan sesuai UKT. Jika melebihi Rp5 juta, selisih biaya menjadi tanggungan penerima manfaat program. Mereka bebas memilih kampus di Indonesia, bahkan di beberapa kota besar, kami sudah menyiapkan fasilitas asrama yang bisa dimanfaatkan mereka," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026