Banyumas (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas mengapresiasi pengembangan peternakan kambing perah yang terintegrasi bersama pengolahan limbah di Desa Banjaranyar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Saat berdialog dengan peternak kambing perah Meta Nusa Dharma di Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Selasa, Zulhas menilai pengembangan peternakan kambing perah sekaligus pengolahan limbah yang dilakukan generasi muda merupakan inovasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu mengatasi persoalan sampah.
"Sampah ini bukan urusan pemerintah saja. Ini urusan kita semua. Yang paling penting sampah itu dipilah," katanya.
Menurut dia, sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan ikan dapat diolah menggunakan maggot maupun metode lainnya, sehingga tidak menambah timbunan sampah.
Baca juga: Zulhas sebut ponpes dengan 1.000 lebih siswa asrama bisa bangun dapur MBG
Sementara sampah plastik yang sulit terurai dapat dikumpulkan, dicacah, dan diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, seperti ubin dan genteng.
"Kalau itu terjadi, maka persoalan sampah bisa kita selesaikan. Organik diselesaikan, dipisah. Anorganik bisa jadi ubin dan genteng," katanya.
Ditemui setelah dialog, Zulhas mengatakan inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan Arky Gilang Wahab, salah seorang anak muda setempat, merupakan langkah yang baik dan layak mendapat dukungan.
"Bagus sekali yang dilakukan oleh Gilang. Kita akan dukung," katanya.
Selain pengelolaan sampah, Zulhas mendorong pengembangan peternakan kambing perah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui peningkatan konsumsi susu.
"Kita berharap semakin banyak masyarakat yang mengembangkan peternakan kambing perah dan usaha pengolahan susu, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat," katanya.
Baca juga: Zulhas sebut PSN Tambak Udang Waingapu NTT dapat serap 7.000 pekerja
Ia menilai kreativitas dan inovasi generasi muda dalam mengembangkan peternakan, pengolahan limbah, dan pertanian menjadi modal penting bagi kemajuan Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Zulhas melihat kandang kambing, tempat pengolahan sampah, serta sejumlah produk susu kambing. Ia juga menyerahkan bantuan sembako kepada peternak dan pengolah sampah setempat serta perwakilan petani kentang dari Kabupaten Pemalang.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Meta Nusa Dharma Wisnu Rachman mengatakan pihaknya memiliki sekitar 130 ekor kambing di Sokaraja dan 200 ekor yang tersebar di sejumlah lokasi mitra, antara lain Subang, Ajibarang, Kebumen, dan Pemalang.
"Untuk produksi kita sehari ini sudah mencapai 500 liter per hari total keseluruhan," katanya didampingi Pembina Peternak Kambing Perah Meta Nusa Dharma Arky Gilang Wahab
Menurut dia, sebagian produksi susu dikirim ke industri pengolahan untuk dijadikan susu bubuk, sedangkan sebagian lainnya diolah menjadi produk susu cair.
Baca juga: Menko Zulhas kenalkan "lahsamor" teknologi alternatif penanganan sampah organik
Pihaknya juga memproduksi pakan dengan memanfaatkan limbah produk makanan, termasuk susu dan biskuit, serta mengembangkan pengolahan sampah plastik dan maggot.
Ia mengatakan peternakan tersebut telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV), sertifikasi halal, dan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk susu kambingnya telah dipasarkan ke sejumlah kota, termasuk wilayah Jabodetabek dan Yogyakarta.
“Omzet kami sekitar Rp150 juta per bulan dan melibatkan sekitar 50 peternak mitra,” katanya.
Selain pasar umum, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah dapur untuk memasok susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu mengatakan saat ini terdapat empat dapur yang dilayani dengan rata-rata kebutuhan 2.500 kemasan susu berukuran 120 mililiter per dapur setiap hari.
Pewarta: SumarwotoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.