Kota Bandung (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menyatakan pergerakan wisatawan selama semester I 2026 telah mencapai sekitar 12 juta perjalanan.
Kepala Disbudpar Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menuju Kota Bandung sepanjang paruh pertama tahun ini.
“Kalau jumlah perjalanan sekarang itu sudah mainnya ke travelers, ke jumlah perjalanan. Itu sudah sampai angka 12 jutaan,” ujar Adi di Bandung, Senin.
Adi menilai tingginya mobilitas tersebut tetap memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Bandung karena para pelaku perjalanan berpotensi melakukan pengeluaran selama berada di daerah tersebut.
Baca juga: Bandung Barat catat kunjungan wisata sepanjang Mei 2026 capai 83.014 orang
Baca juga: Legislator: Infrastruktur kunci pengembangan wisata di Bandung selatan
“Mereka tetap spending money di Bandung. Kemudian mungkin juga ada yang menginap di hotel di Bandung dan lain-lain,” katanya.
Oleh karena itu, Adi mengatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi berbagai data perjalanan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata di Kota Bandung.
Ia menambahkan data tersebut berasal dari berbagai moda transportasi, seperti perjalanan menggunakan kereta api, kendaraan yang melintasi pintu tol, hingga bus.
“Angka yang dihitung dari perjalanan yang klasik seperti kereta api, lewat pintu tol, pakai bus, itu kita targetnya di angka hampir 10 jutaan tahun ini. Kita wisatawan. Tapi ternyata kalau travelers jauh lebih banyak,” katanya.
Baca juga: Bandung dorong destinasi wisata bebas pungli
Selain itu, ia menilai beroperasinya penerbangan komersial di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung juga dapat menambah mobilitas wisatawan, khususnya dari segmen wisatawan mancanegara.
“Kemarin inaugurasi pertama kali Garuda itu 14 Agustus. Kita mungkin nanti di awal September konsolidasi, kita coba lihat hitung-hitungannya seperti apa,” ujarnya.
Menurut Adi, perubahan yang paling berpotensi terlihat dari kembali aktifnya penerbangan di Bandara Husein adalah peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
“Yang sangat akan berubah itu adalah jumlah kunjungan wisman. Mungkin ini akan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya,” kata Adi.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.