Bogor (ANTARA) - Para pelaku usaha sektor hulu maupun hilir dari produk kelautan di Indonesia kian responsif terhadap kebutuhan konsumen  yang bertanggung jawab dan diolah dengan sistem berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Program Marine Stewardship Council (MSC) Hirmen Syofyanto dalam wawancara dengan ANTARA di Bogor bertema memaknai  HUT ke-81 Republik Indonesia bagi sektor kelautan Indonesia. 

"Seiring dengan masifnya sosialisasi produk bertanggung jawab, para pelaku usaha kian responsif atas kebutuhan konsumennya yang juga semakin faham atas sebuah produk keberlanjutan sektor kelautan," kata Hirmen Syofyanto. 

Keberlanjutan adalah kemampuan suatu proses atau sistem untuk berjalan terus-menerus dalam jangka panjang tanpa menghabiskan sumber daya alam atau merusak lingkungan.

Ia menjelaskan, setiap produk kelautan memiliki tahapan yang bisa traceability mulai dari lokasi penangkapan, cara  pengolahan, penyimpanan hingga sektor hilirnya ke tingkat konsumen. 

"Jadi setiap produk memiliki cerita di baliknya. Contohnya ketika konsumen pilih produk seafoof berlabel MSC maka mereka sudah berpartisipasi mendukung perikanan yang ditangani dengan standar keberlanjutan yang ketat," katanya. 

Kualitas sangat terjaga juga prosesnya ramah ekologi dan lingkungan, menjaga kesehatan stok ikan, minimalisasi dampak terhadap ekosistem laut. Sehingga sumber daya laut akan tetap terjaga dan tersedia untuk generasi mendatang. 

Kini dan ke depan konsumen, khususnya dari generasi muda kian kritis terhadap asal produk seafood yang mereka konsumsi, salah satunya  mengetahui asal-usul (traceability),  referensi produk dan sertifikasinya. 

Hirmen berpendapat pengelolaan perikanan berkelanjutan memerlukan sistem pengelolaan dan kerangka hukum yang kuat.

MSC sendiri menganggap penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) menjadi bagian kepurusan dan kebijakan strategis untuk memastikan keputusan pengelolaan perikanan dapat berjalan secara terarah, terukur, dan memberikan manfaat jangka panjang.

Keterlibatan pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, nelayan, dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam implementasi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

MSC yang merupakan organisasi nirlaba global mengajak nelayan Indonesia praktik perikanan berkelanjutan melalui program sertifikasi berbasis sains dan pelibatan multipihak.

Upaya sosialisasi dan kampanye produk seafood dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak terkait mulai dari Kementerian KKP pusat, provinsi, kabupaten/kota, asosiasi perusahaan perikanan, komunitas nelayan hingga pelaku ritel serta pemangku kepentingan lainnya. 

Perikanan berkelanjutan tidak hanya berhenti di perkembangan praktik perikanannya tetapi juga di pelaku bisnis serta konsumennya.



Pewarta: Pewarta BPJ
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026