Jakarta (ANTARA) - PT Onduline Indonesia memperkuat sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui forum diskusi bersama Direktorat Jenderal Bina Konstruksi serta perwakilan Masyarakat Jasa Konstruksi dalam mewujudkan rantai pasok konstruksi berkelanjutan.
Sebagai produsen atap bitumen bergelombang langkah strategis ini dilakukan untuk memantapkan kesiapan industri konstruksi dalam mendukung pembangunan infrastruktur publik yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Country Director PT Onduline Indonesia Esther Pane dalam keterangan resmi, Sabtu menegaskan bahwa tantangan utama sektor konstruksi saat ini berada pada aspek konsistensi kualitas dan ketepatan waktu pengiriman tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Menurutnya, pemenuhan spesifikasi teknis saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan keandalan distribusi di lapangan.
"Tantangan industri konstruksi saat ini adalah menyediakan jumlah material dalam skala besar yang tepat waktu tanpa mengorbankan standar kualitas dan kelestarian lingkungan. Kami memastikan seluruh produk yang terpasang memiliki ketahanan yang baik dilengkapi fitur ekstra lainnya agar fungsi yang diberikan dapat optimal untuk jangka panjang," ujar Esther.
Forum tersebut menyoroti pentingnya ketersediaan material yang andal serta kesiapan kapasitas rantai pasok (supply chain) di tengah pesatnya peningkatan pembangunan fasilitas publik. Pemenuhan kebutuhan material berskala besar perlu diselaraskan secara konsisten dengan standar teknis dan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan material untuk fasilitas umum harus memperhitungkan kinerja jangka panjang. Pelaku jasa konstruksi dituntut mencermati aspek keandalan terhadap lingkungan, kemudahan pemasangan, kontinuitas pasokan, hingga efisiensi pemeliharaan.
Kebutuhan tersebut terbukti pada proyek infrastruktur skala nasional seperti Program Sekolah Rakyat yang membutuhkan pasokan material secara masif dan merata di berbagai daerah.
Komitmen pemenuhan rantai pasok dalam negeri dibuktikan Onduline melalui pengoperasian fasilitas manufaktur PT Onduline Manufaktur Indonesia di Pasuruan, Jawa Timur, sejak November 2024.
Pabrik tersebut sekaligus menjadi pusat penelitian dan pengembangan (research and development) untuk kawasan Asia guna menyokong kebutuhan konstruksi domestik.
Esther menambahkan bahwa dukungan manufaktur lokal memungkinkan perusahaan memberikan layanan secara menyeluruh (end-to-end), mulai dari kepastian produksi, jaringan distribusi, hingga pendampingan teknis di lokasi proyek (site project).
"Bagi kami, tanggung jawab tidak berhenti ketika produk keluar dari pabrik. Kami ingin memastikan produk dapat tersedia, didistribusikan dengan baik, dan mendapatkan dukungan teknis yang dibutuhkan hingga terpasang dan berfungsi dengan aman di lokasi proyek," kata Esther.
Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah dan produsen lokal, sektor konstruksi nasional diharapkan mampu memenuhi standar ketahanan bangunan sekaligus menjaga prinsip pembangunan hijau secara konsisten.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.