Bandung (ANTARA) - Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menegaskan perlunya kehendak politik (political will) yang kuat untuk melindungi burung Ekek Keling Sunda (Cissa Thalassina) di Jawa Barat.
Daddy yang menyadari kritisnya kondisi burung endemik Jawa Barat itu, mengatakan dirinya akan membawa isu ini ke forum legislatif dengan harapan lebih banyak yang perduli dan memunculkan kebijakan produktif untuk usaha penyelamatan.
"Tentu saja ini banyak pihak dari lingkungan mungkin Dinas Lingkungan Hidup dan ada juga bersinggungan dengan Komisi 2 yang membidangi konservasi. Saya akan coba suarakan ini di forum, nah tinggal nanti political will-nya yang dibutuhkan cukup besar itu seperti apa," kata Daddy kepada ANTARA di Bandung, Jumat.
Dengan dirinya yang akan membawa isu ini di forum legislatif, Daddy juga mendorong berbagai pihak termasuk media untuk menjadi salah satu penyambung lidah sehingga makin banyak pihak yang perduli terhadap isu ini.
"Saya kira eh political will-nya semakin besar," ujarnya.
Baca juga: Menelusuri asal muasal simfoni "Ekkek-Keuling"
Baca juga: Walhi Jabar ingatkan ancaman kepunahan Burung Ekek Keling Sunda
Sehingga, lanjut Daddy, diharapkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terutama daerah yang merupakan habitat burung tersebut atau yang berpotensi untuk habitat baru Burung Ekek itu.
"Beberapa daerah kabupaten saya kira masih berpotensi sebagai habitat mereka untuk kemudian mari kita coba," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Daddy mengapresiasi langkah salah satu Lembaga Konservasi, Taman Safari Indonesia, yang telah mengikhtiarkan untuk melakukan penangkaran dan merencanakan pelepasliaran empat ekor koleksinya.
Menurut anggota Komisi 4 DPRD Jawa Barat itu, dibutuhkan usaha keras banyak pihak dalam usaha menyelamatkan hewan endemik Jawa Barat ini.
"Bersyukur ada yang peduli seperti Taman Safari. Kita butuh Toni Sumampaw lainnya yang peduli pada Ekek yang kita cintai. Saya harap kawan media tetap menyuarakan, saya satu dari 120 anggota DPRD akan ikhtiarkan juga, mudah-mudahan utamanya Komisi 2 yang membidangi konservasi juga ikut, karena harus dibangun juga kepedulian ini," tutur dia.
Baca juga: "Si Paruh Gincu" Ekek Keling Sunda nan merana
Diketahui, Ekek Keling Sunda merupakan burung yang hidup di kawasan hutan dataran tinggi, terutama hutan montane dan submontane pada ketinggian sekitar 500 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.
Burung endemik Jawa Barat ini diinformasikan hanya tersisa antara 25-250 ekor di alam liar yang menyebabkannya kini berstatus Kritis atau Critically Endangered dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Hilangnya habitat akibat penebangan hutan secara liar, menjadi salah satu ancaman. Namun, dalam satu dekade terakhir, perburuan untuk diperdagangkan dan dijadikan burung kicau master (pengajar), justru menjadi ancaman utama bagi keberlangsungan populasinya.
Pewarta: Ricky PrayogaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.