Banjarbaru (ANTARA) - Polda Kalimantan Selatan memasang sebanyak 50 titik suntik gambut di lahan karhutla di Kota Banjarbaru, khususnya di tiga wilayah prioritas penanggulangan di ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.

"Pipa khusus suntik gambut sepanjang dua meter ini sudah kami tanam untuk pembasahan dari dalam tanah," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Jumat.

Menurut Kapolda, metode suntik gambut terbilang efektif untuk memadamkan api dari dalam tanah.

Mengingat lahan gambut yang terbakar bisa menjalar dalam tanah sehingga perlu pembasahan hingga kedalaman dua meter.

"Meski api sudah padam dari permukaan, terkadang baranya masih menyala di dalam tanah dan menjalar sehingga bisa menyala kembali," jelasnya.

Baca juga: BMKG deteksi 1.079 titik panas di Kalimantan Selatan pada Kamis (27/8/2026) hari ini
Baca juga: Kemenhut berikan sanksi 6 perusahaan pemegang PBPH sebabkan karhutla berulang di Kalimantan

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menunjukkan pipa untuk suntik gambut yang diproduksi. (ANTARA/Firman)

Baca juga: BMKG sebut asap karhutla Kalimantan terbawa angin sampai negara tetangga

Kapolda mengungkapkan inovasi cairan khusus untuk air yang disuntikkan berupa campuran busa untuk agen pembasah.

Cairan khusus itu berupa bahan sabun yang merupakan produk turunan dari olahan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

"Kami berkolaborasi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), mereka komitmen membantu pasokan bahan baku cairan dari turunan CPO ini," ungkap Kapolda.

Dia menyebut hasil uji coba menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan dengan area sekitar radius satu meter dari titik suntik menjadi dingin dan sumber api bawah tanah benar-benar padam.



Pewarta: Firman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026