Jakarta (ANTARA) - DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dapat merumuskan solusi terhadap lima persoalan strategis yang dihadapi umat dan bangsa.

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan persoalan keagamaan saat ini semakin berkelindan dengan perkembangan teknologi, ekonomi, politik, lingkungan, pendidikan, dan perubahan sosial.

"Umat Islam membutuhkan agenda bersama yang tidak berhenti pada persoalan internal organisasi. Tantangan yang dihadapi umat hari ini bersifat lintas sektor," kata Dody.

Ia menyebut lima persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama organisasi Islam, yakni polarisasi sosial dan politik identitas, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ketimpangan ekonomi umat, kualitas generasi muda, serta krisis lingkungan dan perubahan iklim.

Menurut dia, persoalan pertama yang perlu menjadi perhatian adalah polarisasi sosial dan menguatnya politik identitas karena perbedaan pilihan politik masih kerap terbawa ke ruang sosial dan keagamaan.

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menggerus ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah apabila tidak dikelola dengan baik.

"Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Yang harus dijaga adalah jangan sampai perbedaan tersebut berubah menjadi permusuhan sosial. Islam memiliki tradisi musyawarah dan adab dalam menyikapi perbedaan," ujarnya.

Karena itu, LDII mendorong organisasi Islam memperkuat pendidikan kebangsaan, literasi politik, serta budaya dialog dengan menempatkan ulama dan tokoh agama sebagai penyejuk di tengah kontestasi politik.

Persoalan kedua berkaitan dengan derasnya arus informasi digital dan perkembangan AI. LDII memandang transformasi digital memberikan peluang besar bagi pendidikan dan dakwah, tetapi sekaligus membawa ancaman disinformasi, manipulasi informasi, ujaran kebencian, serta persoalan rendahnya literasi digital.

"Dakwah tidak boleh gagap teknologi. Tetapi penguasaan teknologi harus disertai akhlak. Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi sarana mencerdaskan justru digunakan untuk menyebarkan kebohongan, fitnah dan kebencian," kata Dody.

Sementara persoalan ketiga adalah ketimpangan dan kemandirian ekonomi umat. Menurut Dody, besarnya jumlah umat Islam di Indonesia perlu diikuti peningkatan kapasitas ekonomi sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, pelaku usaha, inovator, dan bagian dari rantai nilai ekonomi.

Ia menilai penguatan ekonomi umat dapat dilakukan melalui pendampingan UMKM, sertifikasi halal, digitalisasi usaha, perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembangunan jejaring perdagangan.

"Ekonomi umat harus naik kelas. UMKM jangan hanya menjadi objek pemberdayaan, tetapi harus didorong menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional," katanya.

Persoalan keempat menyangkut pendidikan dan kualitas generasi muda dalam menghadapi bonus demografi. Menurut dia, generasi muda perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan agama, tetapi juga sains, teknologi, keterampilan kerja, kewirausahaan, kemampuan berpikir kritis, dan karakter.

Sedangkan persoalan kelima adalah krisis lingkungan dan perubahan iklim. LDII berharap Muktamar NU turut mendorong organisasi Islam menempatkan persoalan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.

Gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan masjid dan pesantren hijau, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi air, penghijauan, hingga edukasi mengenai pola konsumsi dan produksi berkelanjutan.

Dody berharap Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menghasilkan keputusan yang memberikan kontribusi luas bagi umat dan bangsa.

"Muktamar adalah saat yang tepat untuk melihat persoalan umat dalam perspektif yang lebih luas. Kami berharap keputusan-keputusan yang lahir dapat memperkuat persaudaraan sesama umat Islam, menjaga persatuan Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi terhadap perdamaian dunia dan peradaban umat manusia," kata Dody.

 



Pewarta: Antara
Uploader : M Fikri Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026