Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggagas pembangunan Museum Pahlawan Nasional Almaghfurlah KH Noer Ali sebagai sarana edukasi pelajar dan santri untuk mengenal lebih jauh sosok ulama pejuang Bekasi yang hingga kini masih terus dikenang masyarakat.
Demikian disampaikan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di kompleks Pondok Pesantren At Taqwa, Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/8).
Dirinya menilai pembangunan museum tersebut bertujuan agar masyarakat khususnya generasi muda termasuk pelajar dan santri dapat mengenal lebih dekat sosok perjuangan serta sejarah KH Noer Alie untuk kemudian dijadikan teladan maupun motivasi membangun daerah hingga bangsa.
"Pemerintah daerah bertekad ingin membangun museum untuk putra terbaik Bekasi sekaligus pahlawan nasional KH Noer Alie sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus wisata religi," katanya.
Baca juga: Menag ajak umat Muslim teladani Rasulullah SAW dan lanjutkan perjuangan Noer Ali
Baca juga: Pemkab Bekasi tabur bunga makam Noer Ali sambut Hari Pahlawan
Para siswa baik jenjang sekolah dasar hingga menengah dan atas maupun generasi muda diharapkan dapat berkunjung untuk mempelajari perjalanan perjuangan KH Noer Alie sekaligus meneladani akhlak dan nilai-nilai perjuangannya.
"Agar nanti anak-anak kita mengenal sosok beliau, kemudian mempelajari akhlak beliau sehingga beliau menjadi panutan dan dikenal di seluruh Indonesia, bukan hanya di Kabupaten Bekasi," ucapnya.
Menurutnya, gagasan pembangunan museum ini dapat diwujudkan melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, keluarga besar At Taqwa, DPRD serta berbagai pihak terkait. Adapun skema bentuk sinergi dimaksud akan dibahas dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah selama ini juga secara rutin mengadakan tradisi ziarah sebagai penghormatan terhadap KH Noer Alie, setiap 16 Agustus yang masuk dalam kalender rangkaian kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Pemkab Bekasi gelar dzikir bersama dan tabur bunga di makam pahlawan nasional Noer Ali
"Ini juga sebagai salah satu bentuk penghormatan sekaligus kecintaan Pemerintah Kabupaten Bekasi beserta masyarakat kepada Beliau Almaghfurlah KH Noer Ali," jelasnya.
Dalam kesempatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Asep turut berpesan agar umat Muslim mengenang kelahiran Rasulullah sebagai momentum penting untuk meneladani akhlak serta kepemimpinan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang sebab kemajuan daerah tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi saja melainkan juga harus diiringi kemajuan moral, kesantunan berkomunikasi, kepedulian sosial serta semangat menjaga kebersamaan.
"Marilah kita tanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam keluarga, kita ajarkan kepada anak-anak kita dan kita wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.
Dirinya juga menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah ini sebagai momentum memperkuat ukhuwah, menjaga kerukunan serta membangun daerah dengan semangat kebersamaan melalui keteladanan Rasulullah SAW agar masyarakat Kabupaten Bekasi semakin berakhlak, sejahtera dan senantiasa berada dalam keberkahan.
"Semoga Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera dan senantiasa berada dalam lindungan serta keberkahan Allah SWT," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.