Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau mengerahkan empat helikopter water bombing untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan yang luasnya mencapai 270 hektar.
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau Edy Afrizal mengatakan operasi "water bombing" telah menjatuhkan air pada titik-titik kebakaran di Kerumutan. Akan tetapi, operasi itu belum dapat memadamkan seluruh areal yang terbakar.
“Water bombing memang bisa kita gunakan untuk memblokir kepala api. Tetapi untuk memadamkan seluruh api cukup sulit karena dipengaruhi angin dan kondisi lahan,” katanya di Pekanbaru, Minggu.
Baca juga: Manggala Agni masih tangani dua karhutla di Riau seluas 100 hektare lebih
Menurutnya kondisi lahan gambut yang kering juga menjadi persoalan tersendiri. Api yang terlihat padam dari udara belum tentu benar-benar mati karena bara api dapat tetap menyala di bawah permukaan gambut.
“Sekarang kondisi lahan gambut sangat kering. Ketika kita lakukan water bombing dan dari atas terlihat api sudah padam, sebenarnya di dalam gambut masih bisa terdapat bara api yang menyala,” ungkapnya.
Sementara operasi darat terus dilakukan dengan menambah jumlah personel. Sebelumnya, sudah ada 15 personel dari BPBD Damkar Riau, 12 personel Manggala Agni Daerah Operasi Rengat dan 13 personel regu bantuan kendali operasi dari Daops Siak
Baca juga: Karhutla di Kerumutan Pelalawan Riau capai 54 hektare
“Hari ini bertambah lagi satu regu dari Daops Rengat sebanyak 12 orang. Selain itu, ada 30 personel dari Polda Riau, 20 personel dari Kodam,” ujar Edy.
Terkait luasan lahan terbakar, berdasarkan data dua hari sebelumnya telah mencapai sekitar 270 hektare. Namun, luasan tersebut diperkirakan terus bertambah karena hingga kini masih terdapat titik api yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Pewarta: Bayu Agustari AdhaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.