Jakarta (ANTARA) - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengatakan terlambat beradaptasi dengan tempo permainan lawan dan kondisi lapangan sehingga terhenti pada perempat final Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, India, Jumat.
Unggulan kedua itu takluk 19-21, 16-21 kepada pasangan Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan.
"Kami sudah mencoba, tetapi mereka memang tampil lebih baik," kata Fajar dalam keterangan PBSI pada Jumat.
Fajar/Fikri kesulitan mengembangkan permainan setelah sejumlah pengembalian tidak berjalan sesuai rencana.
"Pada gim pertama saya cukup banyak ragu dengan permainan. Saya juga sedikit kaget karena hembusan angin hari ini cukup kencang ke pinggir, jadi banyak pengembalian bola saya yang tidak pas," kata Fajar.
Baca juga: Jonatan lolos ke babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Baca juga: Gelar Fajar/Fikri memotivasi Raymond/Joaquin di China Open 2026
Baca juga: Fajar/Fikri raih gelar juara Japan Open 2026
Pada gim kedua, Lee/Yang mempertahankan tempo tinggi dan menutup ruang serangan pasangan Indonesia hingga menyelesaikan pertandingan dalam dua gim.
"Permainan mereka cukup mengagetkan dan sangat solid. Rasanya seperti sempit dan tidak ada celah di lapangan mereka," kata Fikri.
Kekalahan tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi Fikri setelah menjalani Kejuaraan Dunia pertamanya bersama Fajar.
"Banyak pelajaran untuk saya pribadi di Kejuaraan Dunia ini. Siapa pun lawannya, kami harus selalu siap dan harus cepat beradaptasi," ujar Fikri.
Pewarta: Muhammad RamdanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.