Jakarta (ANTARA) - Serodja Taste of Indonesia memadukan kuliner dan wastra sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat lokal hingga mancanegara.
Direktur Manajemen Serodja Michelle Gondowardoyo di Jakarta, Jumat, mengatakan rumah kuliner dan studio kreatif yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, itu hadir untuk melestarikan tradisi Indonesia tanpa meninggalkan relevansinya dengan perkembangan zaman.
“Serodja lahir dari kekaguman akan cita rasa dan budaya Indonesia, serta kerinduan akan rasa nyaman kampung halaman,” kata Michelle.
Ia mengatakan Serodja ingin menunjukkan bahwa kekayaan kuliner, alam, tradisi, dan budaya Indonesia mampu berdiri sejajar di tingkat internasional tanpa kehilangan ciri khas keramahtamahannya.
Dalam aspek kuliner, Serodja menyajikan beragam resep warisan dengan bahan serta olahan rempah pilihan. Teknik pengasapan menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk menghasilkan hidangan bercita rasa khas Nusantara.
Upaya mengenalkan budaya Indonesia juga dilakukan melalui Serodja Atelier, yakni ruang kreatif yang mengangkat kekayaan alam dan keindahan wastra Nusantara menjadi koleksi yang relevan bagi generasi masa kini.
Konsep tersebut menjadikan Serodja tidak hanya sebagai tempat bersantap, tetapi juga ruang untuk mempertemukan kuliner, seni, tradisi, dan fesyen dalam satu pengalaman kebudayaan.
Nama Serodja merujuk pada bunga teratai yang tumbuh dan mekar dari akarnya. Filosofi tersebut digunakan untuk menggambarkan upaya mengembangkan budaya Indonesia dengan tetap berpijak pada tradisi.
Serodja resmi dibuka di Jalan Dr GSSJ Ratulangi Nomor 34, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8). Pembukaannya diramaikan parade kuliner Nusantara, pertunjukan musik dan tari tradisional kontemporer, serta peragaan busana dari Serodja Atelier.
Pewarta: ANTARAUploader : M Fikri Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.