Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melirik konsep pembangunan sumur satelit dengan skema satu unit setiap desa dengan menyasar wilayah-wilayah pedesaan berkategori rawan kekeringan guna mencegah krisis air bersih terutama saat musim kemarau.

"Pembuatan sumur satelit di setiap desa yang berpotensi tinggi mengalami krisis air bersih menjadi salah satu solusi untuk menekan dampak kekeringan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin di Cikarang, Kamis.

Dia mengatakan meski sumur satelit telah dimiliki sejumlah wilayah baik dari skema bantuan perusahaan melalui program CSR maupun proyek strategis pemerintah pusat namun jumlahnya belum memadai untuk mengantisipasi krisis air bersih seperti yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Bekasi saat ini.

Baca juga: Pemkab Bekasi cegah produksi pertanian turun imbas 1.354 ha sawah terancam kekeringan
Baca juga: Pemkab Bekasi salurkan 3,6 juta liter air bagi warga yang terdampak kekeringan

Ia berharap pembangunan sumur satelit dapat diperluas secara bertahap ke desa-desa yang mengalami kekurangan air bersih hingga seluruh wilayah tersebut terjangkau proyek pengadaan fasilitas publik tersebut.

Endin mengaku apabila setiap desa berstatus rawan kekeringan memiliki setidaknya satu sumur satelit, maka kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dan kondisi tersebut sekaligus menjadi solusi permanen untuk mengatasi dampak kemarau.

Pemerintah daerah sejauh ini terus membantu warga terdampak kekeringan melalui distribusi air bersih menggunakan armada truk tangki. Namun penyediaan sumber air secara permanen dinilai menjadi solusi yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Pemkab Bekasi salurkan 2,78 juta liter air bersih ke warga terdampak kekeringan

"Kalau sekarang yang bisa kita lakukan masih distribusi air bersih menggunakan tangki, masyarakat juga sudah terbiasa menyiapkan galon, ember dan sebagainya. Dengan adanya sumur satelit, kami berharap ke depan tidak ada lagi antrean seperti itu," ucap dia.

Mengacu data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, sebanyak 65.659 jiwa dari total 21.333 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan hingga kesulitan mengakses air bersih dan hanya bergantung pada bantuan distribusi dari pemerintah daerah maupun unsur terkait.

Musibah kekeringan yang melanda daerah itu kini meluas hingga ke 35 desa di total 11 wilayah kecamatan dengan sebaran lokasi mencapai 192 titik terdampak.

"Sejauh ini kami telah mendistribusikan 5.797.500 liter air bersih ke wilayah-wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026