Purwakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat baru menangani 3.705 rumah tidak layak huni (rutilahu) dari total 10.650 unit yang harus ditangani.

Bupati Saepul Bahri Binzein di Purwakarta, Rabu, mengatakan penanganan rumah tidak layak huni di daerahnya dilakukan secara bertahap.

Ia menyampaikan, jumlah total rutilahu yang tersebar di sejumlah daerah sekitar Purwakarta mencapai 10.650 unit. Dari jumlah itu, hingga kini Pemkab Purwakarta baru bisa menangani 3.705 unit.

"Sisanya sebanyak 6.945 unit rutilahu penanganannya baru akan dilakukan hingga tiga tahun ke depan," katanya.

Baca juga: Bupati Purwakarta perbaiki rumah beratap terpal milik pasangan suami isteri
Baca juga: Ada 10.775 unit rumah di Purwakarta masuk katagori rutilahu

Atas hal tersebut, bupati meminta agar warga yang selama ini menempati rumah tidak layak huni bersabar jika ingin mendapat perbaikan melalui program Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Bupati mengaku optimistis selama tiga tahun ke depan persoalan rumah tidak layak huni yang jumlahnya mencapai 10.650 unit dapat teratasi dengan baik.

"Kami secara bertahap terus merealisasikan penanganan rutilahu. Jadi kami optimistis, hingga tiga tahun ke depan, terkait dengan rutilahu dapat teratasi," katanya.

Baca juga: Pemkab Purwakarta habiskan anggaran Rp15 miliar perbaiki ratusan RTLH

Menurut dia, penanganan rutilahu ini merupakan bagian dari visi yang sejak awal digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta di bawah kepemimpinan Binzein.

Visi tersebut tidak hanya menargetkan pembangunan infrastruktur jalan yang lebih baik, tetapi juga memastikan masyarakat, khususnya warga kurang mampu, memiliki hunian yang layak.

"Saya meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah daerah untuk menangani 6.945 unit rutilahu. Dalam tiga tahun ke depan, akan kami selesaikan," katanya.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026