Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bekerja sama dengan mitra strategis melakukan penanaman 1.500 bibit pohon bakau sebagai upaya menekan abrasi sekaligus menjaga ekosistem lingkungan hidup, khususnya di wilayah pesisir utara daerah itu.

"Hari ini kami bersama dunia usaha melakukan kegiatan konservasi dengan menanam mangrove di garis pantai Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait di Cikarang, Rabu.

Dia mengatakan aksi pelestarian lingkungan hidup ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi serta HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Puluhan peserta kegiatan mengenakan kaos putih lengkap dengan dasi motif merah dan putih.

Baca juga: Pemkab Bekasi dan Sugity Creatives tanam 45.000 bibit bakau melalui TJSLP

Nuansa merah dan putih tersebut turut memperkuat semangat nasionalisme dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di kawasan pesisir Kabupaten Bekasi.

Donny mengapresiasi upaya nyata dunia usaha yang turut berkontribusi dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui penanaman bibit pohon bakau tersebut.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada fase penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan tanaman bakau agar keberadaannya mampu memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat pesisir dalam jangka panjang.

Baca juga: Pemprov Jabar tanam bakau pengganti pelabuhan di Bekasi

Ia mengatakan persoalan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah, sehingga membutuhkan kolaborasi dengan unsur terkait mulai dari dunia usaha, aktivis dan relawan lingkungan, akademisi, masyarakat, media hingga berbagai elemen lain.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT MILabs yang telah bersama-sama melaksanakan salah satu upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui penanaman 1.500 mangrove ini," ujarnya.

Menurut dia, dunia sedang menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati dan pencemaran. Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologis, ekonomi serta sosial.

"Mangrove memiliki manfaat ekologis yang tinggi sebagai pengendali abrasi, habitat keanekaragaman hayati dan penyimpanan karbon. Mangrove juga berperan penting sebagai tempat ikan bertelur," katanya.

Baca juga: Pemerintah tanam bibit bakau seluas 10.000 meter persegi di Bekasi

Sementara perwakilan PT Menarini Indria Laboratories (MILabs), Hardy Bowie mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata untuk menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.

Ia mengaku sejumlah wilayah di pantai utara Jawa telah mengalami kerusakan akibat abrasi, kenaikan muka air laut serta penurunan permukaan tanah, termasuk pesisir utara Kabupaten Bekasi.

"Di pantai utara Jawa, seperti Demak dan Pekalongan, banyak daerah hilang akibat kenaikan suhu bumi yang mengakibatkan kenaikan air laut dan penurunan permukaan tanah. Salah satu upaya menyelamatkan dan menjaga kawasan pesisir adalah dengan menanam mangrove," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026