Depok (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan UPT Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur dan masyarakat setempat menyelesaikan perbaikan “Jembatan Patriot UI Wondama” yang berlokasi di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI, Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, dalam keterangannya, Rabu menekankan bahwa jembatan ini bukan sekadar perbaikan akses fisik yang rusak, melainkan sebuah simbol kekuatan pembangunan yang berkelanjutan ketika perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama dalam satu irama pengabdian.

“Hadirnya jembatan ini bukan hanya soal memperbaiki sebuah akses yang rusak. Ini adalah simbol bahwa pembangunan akan menjadi lebih kuat ketika dilakukan bersama, dengan semangat sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat lokal. Oleh karena itulah, kami namakan sebagai Jembatan Patriot UI Wondama, yang mencerminkan titik temu antara ilmu pengetahuan, kepedulian akademis, dan kebutuhan riil dari masyarakat setempat,” paparnya.

Inisiatif pembangunan infrastruktur penghubung yang berlangsung pada 15-16 Agustus 2026 ini menjadi salah satu program unggulan yang diusung oleh TEP UI yang dikoordinasi oleh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI.

Gotong royong selama dua hari tersebut melibatkan 22 anggota TEP UI yang diterjunkan ke lapangan bersama Kepala UPT Kawasan Transmigrasi serta warga lokal. Kehadiran jembatan ini secara praktis memulihkan kembali mobilitas harian masyarakat kawasan transmigrasi, sekaligus mempermudah arus distribusi dan aktivitas sosial antarwilayah.

Proses pengerjaan infrastruktur ini memadukan kepakaran akademis dengan pemahaman terhadap kondisi lapangan. Perancangan teknis jembatan digarap langsung oleh anggota TEP UI, Joshua Vincent Gerar Yametis, S.Geo., yang menyusun desain berdasarkan analisis kebutuhan mendasar warga.

Setelah tahap perencanaan tuntas, seluruh proses konstruksi, mulai dari pembersihan area, penyediaan material, hingga penyelesaian struktur akhir dilakukan secara bahu-membahu bersama warga setempat. Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa hasil fisik yang terbangun benar-benar menjawab tantangan geografis yang dihadapi masyarakat transmigrasi.

Semangat kebersamaan ini juga dibingkai dalam rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan bertajuk Semarak Harmoni Kebersamaan.

Ketua Panitia Acara, Muhammad Yusril Ikhtiar Muhammad menyampaikan bahwa momen peringatan kemerdekaan dirancang sebagai wadah untuk mempererat hubungan emosional antarelemen masyarakat sekaligus menghadirkan dampak sosial yang dirasakan langsung manfaatnya.

Inisiatif ini mempertegas peran UI sebagai pelopor inovasi sosial yang mampu menghubungkan pemikiran strategis institusi dengan kebutuhan akar rumput. Dampak luas dari kehadiran karya ini tidak hanya dirasakan melalui peningkatan mobilitas dan perekonomian warga Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, tetapi juga menjadi model percontohan pengabdian nasional bahwa nilai patriotisme Indonesia masa kini dapat diejawantahkan melalui aksi kolaboratif yang berdampak, berkelanjutan, dan memerdekakan masyarakat.

Keterlibatan aktif 22 personel TEP UI, yang terdiri dari Yohanes Cahyo Haryono, Stanley Raranta, Bobby Indra Yoga, Samuel Hotasi Sinaga, Joshua Vincent Gerar Yametis, Jody Manggalaningwang, Sal Bintang Alwasi, Muhammad Ulummudin, Muh. Abdul Aziz, Muh Imaduddin B, Naufal Irbah Rabbani, Jefry Anggara, Johan Rio Pamungkas, Roufan Naqib, M. Mujiburrahman, dr. Keliopas Maniagasi, Sarifudin Daeng, Melkias Kedepa, Rahmad Refaldo, Yusril Ikhtiar Muhammad, Maulana Rizqi, dan Rahmad Pasca Try Valent, menjadi cerminan nyata dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang menyentuh pelosok negeri.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026