Jakarta (ANTARA) - Platform e-commerce Toco menilai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memiliki peran vital dalam mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Founder & CEO Toco Arnold Sebastian Egg mengatakan pemanfaatan AI memungkinkan pelaku UMKM meningkatkan efisiensi, produktivitas, sekaligus menciptakan nilai tambah dengan sumber daya yang lebih terbatas.

"AI menghapus berbagai batasan rumit di masa lalu dan membuka peluang luar biasa bagi siapa saja untuk bersaing dan menciptakan nilai tambah secara efektif," kata Arnold dalam Indonesia Technology Innovation (INTI) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, perkembangan AI membuat akses terhadap teknologi semakin terbuka. Individu maupun pelaku usaha berskala kecil kini dapat mengembangkan solusi, aplikasi, hingga produk secara lebih mandiri.

Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong demokratisasi inovasi karena kemampuan menciptakan produk berbasis teknologi tidak lagi hanya dimiliki perusahaan dengan sumber daya besar.

Arnold mengatakan perubahan itu membuat kreativitas dan kemampuan menciptakan nilai menjadi semakin penting bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, dalam menghadapi persaingan di ekosistem perdagangan digital.

Ia mencontohkan pemanfaatan AI dalam operasional Toco yang mampu menekan struktur biaya perusahaan sehingga efisiensi tersebut dapat diteruskan kepada penjual melalui skema komisi nol persen.

"Model bisnis 0 persen komisi di Toco bukanlah sekadar promo sementara, melainkan filosofi mendasar kami. Kami tidak ingin membebani penjual dengan biaya apa pun selamanya," ujarnya.

Menurut Arnold, perusahaan e-commerce sebelumnya membutuhkan ratusan hingga ribuan tenaga teknis dan operasional untuk menjalankan berbagai fungsi bisnis dengan biaya relatif besar.

Kehadiran AI, kata dia, memungkinkan sejumlah proses menjadi lebih efisien sehingga sumber daya perusahaan dapat diarahkan untuk menciptakan manfaat yang lebih besar bagi pedagang maupun UMKM.

Selain itu, Arnold menilai pemanfaatan AI tidak semata-mata menggantikan pekerjaan manusia, melainkan dapat memperkuat kemampuan sumber daya manusia.

Dukungan AI dan otomasi, menurut dia, memungkinkan pekerja mengelola sejumlah pekerjaan secara lebih efektif sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

Meski demikian, Arnold mengingatkan pelaku usaha tetap perlu memperhatikan kesiapan organisasi dan keamanan siber dalam mengadopsi AI karena perkembangan teknologi turut diikuti meningkatnya potensi ancaman keamanan digital.

Dalam INTI 2026, Arnold mengikuti diskusi bertajuk "AI for Retail & E-Commerce: AI, Consumers, and the Next Era of Retail" bersama sejumlah pelaku industri untuk membahas pemanfaatan AI dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen dan meningkatkan efisiensi sektor ritel serta e-commerce.
 



Pewarta: Antara
Uploader : M Fikri Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026