Jakarta (ANTARA) - Perusahaan pialang berjangka Didimax meraih penghargaan dari Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) pada kategori Highest Exchange Traded Volume untuk periode 2025 dan 2026.

Komisaris Utama Didimax Yadi Supriyadi mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan serta menjaga kepercayaan nasabah.

"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi Didimax. Pencapaian Top Achiever Award 2025 dari JFX dan Top Achiever Awards 2026 dari KBI menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan yang telah diberikan," kata Yadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Didimax memperoleh Top Achiever Award 2025 dari JFX untuk kategori Highest Exchange Traded Volume. Kemudian pada 2026, perusahaan memperoleh Juara 1 Top Achiever Awards dari KBI untuk kategori yang sama.

Menurut Yadi, pencapaian tersebut tidak terlepas dari keterlibatan tim internal, mitra, dan nasabah dalam aktivitas perdagangan berjangka yang dijalankan perusahaan.

Ia mengatakan perusahaan akan menjadikan penghargaan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan sejumlah aspek pelayanan, mulai dari edukasi, dukungan kepada nasabah, pengembangan teknologi perdagangan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Didimax juga menempatkan edukasi sebagai salah satu bagian dalam pengembangan layanan perdagangan berjangka, terutama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai karakteristik dan risiko instrumen tersebut.

Menurut perusahaan, masyarakat perlu memahami mekanisme perdagangan, pengelolaan risiko, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi pergerakan pasar sebelum mengambil keputusan transaksi.

Yadi menilai penguatan edukasi menjadi penting seiring perkembangan teknologi dan semakin mudahnya masyarakat memperoleh akses terhadap layanan perdagangan secara digital.

"Ke depan, kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Kami ingin memastikan bahwa setiap pencapaian yang diraih dapat menjadi dorongan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan perkembangan industri perdagangan berjangka membutuhkan kolaborasi antara perusahaan pialang, bursa berjangka, lembaga kliring, regulator, serta pelaku industri untuk membangun ekosistem perdagangan yang transparan dan bertanggung jawab.

 



Pewarta: Antara
Uploader : M Fikri Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026