Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia untuk melakukan penggalangan donasi sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas atas peristiwa gempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Penggalangan donasi ini menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas untuk saudara kita yang tertimpa musibah gempa di NTT," kata bupati di Karawang, Senin.

Ia mengatakan, penggalangan donasi selanjutnya akan disampaikan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Diharapkan jajaran aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Karawang bisa turut berpartisipasi dalam aksi solidaritas tersebut.

Baca juga: Pemkab Bogor akan kirim tenaga medis untuk korban gempa NTT

Menurut dia, kegiatan penggalangan donasi untuk para korban gempa di NTT ini mulai dilaksanakan pada Selasa besok (18/8).

Disebutkan, penggalangan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama masyarakat Indonesia.

Ia berharap bantuan yang terkumpul nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di NTT.

"Semoga ikhtiar kecil kami dapat menjadi wujud nyata semangat gotong-royong dan kepedulian sesama anak bangsa," katanya.

Bupati menyampaikan, semangat kemerdekaan di antaranya harus dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kebersamaan. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu saudara sebangsa yang sedang membutuhkan dukungan.

Baca juga: Mensesneg sebut sejumlah menteri pimpin upacara HUT ke-81 di NTT

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga kini masih terus melakukan pendataan korban dan kerusakan pascagempa di wilayah NTT.

Berdasarkan data sementara pada Minggu (16/8), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 53 orang. Sebaran korban itu teridentifikasi di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, Nagekeo dan Ende.

Gempa yang terjadi di NTT juga dilaporkan telah merusak 1.544 unit rumah warga, 87 unit fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah dan merusak 76 unit kantor pemerintahan. Lebih dari 5.000 warga NTT dilaporkan mengungsi akibat gempa.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026