Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menggelar doa bersama lintas agama untuk Indonesia  di kawasan ikonik  Tugu Kujang dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Kota Bogor, Senin, mengatakan kegiatan yang berlangsung di kawasan Tugu Kujang itu menjadi momentum untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus mendoakan berbagai kondisi yang tengah dihadapi bangsa.

“Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang tengah mengalami bencana di Nusa Tenggara Timur beberapa hari lalu, semoga segera pulih dan bangkit dari kondisi yang mereka alami,” kata Dedie.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan agar dinamika politik yang terjadi di Provinsi Aceh dan Papua dapat segera berakhir serta situasi di kedua wilayah tersebut kembali kondusif.

“Demikian juga dengan dinamika politik di Provinsi Aceh dan Papua, kita doakan semoga segera selesai,” ujarnya.

Doa bersama tersebut dipimpin enam pemuka agama, yakni KH Tb Muhyidin dari Islam, Romo Endro dari Katolik, Pendeta Tri Santoso dari Kristen, I Made Sutem dari Hindu, Suhu Xue Shang dari Buddha, serta Js Andri Harsono dari Konghucu.

Dedie menegaskan kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, serta sejahtera.

Menurut dia, cita-cita untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera tidak dapat tercapai tanpa kebersamaan dan pengorbanan dari seluruh elemen bangsa.

Pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat, kata Dedie, hingga kini terus berjuang mewujudkan cita-cita kemerdekaan dengan menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat Indonesia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat yang secara konsisten memberikan kontribusi, harapan, dan semangat untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

“Dari Bogor untuk Indonesia. Mudah-mudahan semua rasa nasionalisme yang terus dibangun dan ditumbuhkan dapat menginspirasi wilayah-wilayah lain di Indonesia,” kata Dedie.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026