Jakarta (ANTARA) - Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendorong penguatan standar keselamatan dan manajemen risiko dapur untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perwakilan mitra sekaligus konsultan Yayasan Surya Telaga Cendekia dan Yayasan Humaira Azka Muhammad Pinandito dalam keterangannya, Minggu, mengatakan penguatan standar keselamatan perlu menjadi perhatian seluruh pengelola SPPG.
“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama. Dapur SPPG bukan hanya tempat produksi makanan, tetapi merupakan fasilitas operasional yang memiliki berbagai potensi risiko,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan menyusul kebakaran dan ledakan pada bangunan SPPG di Dusun Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (13/8).
Menurut Azka, potensi risiko di dapur SPPG antara lain kebakaran, ledakan, kerusakan peralatan, kecelakaan kerja, hingga terhentinya kegiatan operasional.
Oleh karena itu, ia mendorong pengelola SPPG melakukan evaluasi terhadap instalasi elpiji dan listrik, ketersediaan alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi, prosedur keadaan darurat, pemeliharaan peralatan, serta keselamatan pekerja.
Ia mengatakan pengelola SPPG juga perlu mempertimbangkan perlindungan asuransi yang disesuaikan dengan nilai bangunan, peralatan, kegiatan operasional, tenaga kerja, hingga potensi tanggung jawab hukum.
“Saya mendorong agar setiap dapur SPPG memiliki perlindungan yang memadai. Kita tidak berharap terjadi musibah, tetapi kita harus siap apabila risiko tersebut terjadi,” katanya.
Menurut dia, asuransi perlu ditempatkan sebagai salah satu instrumen manajemen risiko yang dapat membantu menjaga keberlangsungan operasional sekaligus mengurangi beban finansial ketika terjadi musibah.
Namun, ia menegaskan perlindungan asuransi tidak menggantikan langkah pencegahan dan penerapan standar keselamatan di dapur SPPG.
“Asuransi bukan pengganti keselamatan. Pencegahan tetap menjadi yang utama, sedangkan asuransi merupakan lapisan perlindungan tambahan,” kata Azka.
Ia juga menyarankan perlindungan asuransi didahului dengan asesmen risiko agar jenis perlindungan dan nilai pertanggungan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan setiap dapur SPPG.
Azka berharap insiden di Mojokerto menjadi momentum bagi seluruh mitra dan pengelola SPPG untuk memperkuat standar keselamatan serta manajemen risiko dapur MBG.
Pewarta: ANTARAUploader : M Fikri Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.