Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut menyita 1.000 pil yang diduga obat keras jenis Tramadol dalam patroli malam gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra di Garut, Minggu, mengatakan petugas juga mengamankan sejumlah barang lain dalam Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD) pada malam hingga dini hari.
"Petugas berhasil mengamankan seribu butir pil yang diduga obat jenis Tramadol," kata Niko.
Patroli gabungan tersebut melibatkan Polres Garut, TNI, dan sejumlah instansi pemerintah daerah dengan mengerahkan 438 personel.
Baca juga: Polres Bekasi bekuk pengedar sediaan farmasi ilegal
Baca juga: Polisi dalami perusakan rumah anggota Polri saat selidiki kasus peredaran OKT
Menurut Niko, kegiatan tersebut dilakukan untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, terutama pada akhir pekan ketika aktivitas masyarakat meningkat.
"Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga Kabupaten Garut tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Selain 1.000 pil yang diduga Tramadol, petugas menyita puluhan botol minuman keras dari sejumlah lokasi.
Polisi juga menyita 49 knalpot bising dari sepeda motor yang terjaring razia di sejumlah ruas jalan.
Baca juga: Polres Bekasi sita 1.825 butir obat keras Ilegal jenis tramadol dan hexymer di Tarumajaya
Dalam kegiatan tersebut, petugas turut mengamankan delapan orang yang diduga melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum untuk didata dan dibina.
Kapolres mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar, dan melaporkan potensi gangguan keamanan kepada kepolisian.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.