Depok (ANTARA) - Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menargetkan penambahan fasilitas sarana dan prasarana sebanyak 500 tempat tidur pada 2027.
"Dalam satu tahun ke depan, manajemen menargetkan kapasitas RSUI dapat meningkat hingga 500 tempat tidur," kata Direktur Utama RSUI dr Kusuma Januarto saat acara HUT Ke-7 RSUI di Depok, Jabar, Sabtu.
Jika sebelumnya RSUI memiliki sekitar 200 tempat tidur, kini jumlahnya telah meningkat mencapai 361 tempat tidur.
Selain itu, RSUI saat ini memiliki 43 tempat tidur ICU, 14 NICU, serta sembilan kamar operasi.
"Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan," katanya.
Baca juga: UI percepat transformasi dan tata kelola kampus
Ia mengatakan penambahan kapasitas juga akan dibarengi dengan pengembangan fasilitas operasi dan perawatan intensif.
Jumlah kamar operasi ditargetkan meningkat dari sembilan menjadi 12 kamar operasi, sementara kapasitas layanan ICU juga akan terus diperkuat.
Saat ini, RSUI melayani sekitar 1.500 hingga 1.600 pasien setiap hari, baik peserta JKN maupun pasien non-JKN.
“Kami terus mengembangkan layanan, baik JKN maupun non-JKN. Harapannya pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat kami layani secara optimal,” katanya.
Di balik pertumbuhan pelayanan yang cepat, RSUI tetap menempatkan fungsi pendidikan sebagai bagian utama dari identitas.
Baca juga: Terobosan RSUI hadirkan layanan kesehatan dengan dukungan psikologis-spiritual
Saat ini, RSUI didukung lima rumpun ilmu kesehatan di lingkungan Universitas Indonesia, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, serta bidang farmasi.
Ia menjelaskan dengan kolaborasi lintas disiplin tersebut membuat proses pendidikan dapat berlangsung secara lebih terintegrasi.
Mahasiswa, kata dia, tidak hanya memperoleh pembelajaran di lingkungan kampus, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dan pendidikan profesi secara langsung di rumah sakit.
"Untuk pendidikan kedokteran, sebagian besar kegiatan pendidikan telah berlangsung di RSUI, meskipun sejumlah program masih tetap dilaksanakan di RSCM," ujarnya.
Baca juga: RSUI luncurkan New Center of Excellence guna perkuat layanan
Ia juga menambahkan RSUI menjadi tempat pendidikan bagi dokter spesialis dan subspesialis.
Saat ini terdapat sekitar 16 bidang spesialis yang menjalankan pendidikan di RSUI, dengan puluhan cabang subspesialis yang turut terlibat.
Dengan perkembangan tersebut, RSUI semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus salah satu pusat rujukan kesehatan di Jawa Barat.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.