Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) meluncurkan UI GreenMetric Sustainable City Rankings 2026, sebuah pemeringkatan keberlanjutan bagi pemerintah kabupaten/kota di Indonesia untuk mendorong kota dan kabupaten yang inklusif, tangguh, dan berbasis data.
“Sustainable City Rankings 2026 kami hadirkan bukan sekadar sebagai pemeringkatan, tetapi sebagai ruang evaluasi, pembelajaran, dan kolaborasi bagi pemerintah daerah. Dengan pemanfaatan data dan AI, kami berharap dapat mendorong kontribusi nyata menuju kabupaten dan kota yang lebih inklusif dan tangguh,” ujar Kepala UI GreenMetric Vishnu Juwono di Depok, Jumat.
Melalui penyelenggaraan tahun 2026, UI GreenMetric kembali mengajak pemerintah daerah (pemda) untuk menggunakan pemeringkatan sebagai salah satu instrumen dalam memetakan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan, berbagai upaya pembangunan berkelanjutan di daerah masing-masing.
Baca juga: UI GreenMetric resmi luncurkan Sustainable Corporate Rankings
Salah satu pembaruan utama pada UI GreenMetric Sustainable City Rankings 2026 adalah penerapan metodologi yang mengintegrasikan pengisian data oleh pemda dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan data crawling dari berbagai sumber data resmi.
Pengembangan tersebut ditujukan untuk mendukung proses penilaian yang semakin objektif, transparan, dan efisien, sekaligus memperluas pemanfaatan data dalam mengukur kinerja keberlanjutan kabupaten/kota.
Selain pembaruan metodologi, sistem pemeringkatan juga mengalami penyempurnaan dari sisi pengalaman pengguna.
Platform UI GreenMetric kini dilengkapi dengan antarmuka yang lebih sederhana, navigasi yang lebih intuitif, serta proses unggah bukti yang lebih mudah, sehingga pemda dapat melakukan pengisian dan dokumentasi data secara lebih efektif.
Baca juga: UI GreenMetric ajak mahasiswa jadi agen transformasi keberlanjutan lewat aksi nyata
Enam Indikator Keberlanjutan
UI GreenMetric Sustainable City Rankings 2026 tetap mengukur berbagai aspek pembangunan berkelanjutan melalui enam indikator utama, yaitu Penataan Ruang dan Infrastruktur, Energi dan Perubahan Iklim, Tata Kelola Sampah dan Limbah, Tata Kelola Air, Akses dan Mobilitas, serta Tata Kelola Pemerintahan.
Keenam indikator tersebut dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai komitmen dan praktik keberlanjutan yang diterapkan oleh pemerintah kabupaten/kota.
Melalui pendekatan ini, pemeringkatan tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mendorong pemerintah daerah untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih terukur, berbasis data, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.